"Maramowe merupakan salah satu peninggalan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Namun menurunnya minat orang Kamoro untuk mengukir dapat menghilangkan seni Maramowe," ujar kepala kantor komunikasi UI, Siane Indriani, dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Kamis (2/8/2012).
Siane menuturkan, supaya seni ini tidak memudar, maka UI mengadakan acara yang bernama Pekan Pameran Ragam Budaya Papua dengan tajuk 'Kamoro: Tinggalan Budaya Maramowe'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siane menuturkan PACE FISIP UI memiliki program untuk mengenalkan budaya Papua ke masyarakat Indonesia.
"PACE FISIP UI menggagas program kerja salah satunya yaitu pengenalan budaya Papua," ungkapnya
Acara ini rencananya akan berlangsung mulai 31 Juli hingga 5 Agustus 2012 di Bentara Budaya Jakarta. Turut dhadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Balthazar Kambuaya, Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan yang juga Guru besar bidang Antropologi UI, Prof. Dr. Meutia F. Hatta dan Dr. Kalmann βKalβ Muller, warga negara Amerika yang telah menghabiskan waktu 17 tahun bersama orang Kamoro.
(ndu/mok)










































