Massa yang terdiri dari HMI, KAMMI, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) itu membawa spanduk dan poster-poster berisi kecaman. Mereka menggelar salat gaib di tengah jalan dan berdoa bersama.
Para perwakilan organisasi berorasi bergantian. Salah satu koordinator aksi Ampera, Reza mendesak ASEAN, utamanya pemerintah Indonesia, agar mengambil peran sebagai mediator penyelesaian tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis muslim Rohingya di Myanmar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulan Ramadan, kemerdekaan hakiki bagi umat Islam di seluruh negara, termasuk di Rohingya. Kami menuntut pemerintah Indonesia memutuskan hubungan diplomatik dan mengembargo Myanmar atas terjadinya tragedi hilangnya nyawa ribuan muslim Rohingya," papar pentolan KAMMI Cabang Makassar ini.
Kemudian, massa membakar bendera Myanmar dan foto kedua pemimpin Myanmar, yakni Presiden Thein Shein dan Jenderal Than Shwe.
(mna/try)











































