Mes Pekerja Bangunan Terbakar, 1 Orang Tewas

Mes Pekerja Bangunan Terbakar, 1 Orang Tewas

- detikNews
Jumat, 27 Agu 2004 01:05 WIB
Solo - Mes yang dihuni ratusan pekerja bangunan mal di Solo terbakar akibat kompor minyak yang meledak. Seorang penjaga warung yang biasa melayani kebutuhan makan para pekerja meninggal dunia, seorang pekerja dalam kondisi kritis serta seorang lainnya mengalami luka bakar ringan.Kebakaran terjadi Kamis (26/8/2004) pukul 20.00 WIB. Letak bangunan berada di belakang Solo Grand Mall (SGM) di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya sebelah timur perempatan Gendengan, Solo. Penghuni mes itu adalah pekerja yang membangun SGM. Peristiwa kebakaran bermula ketika Sulaiman (24) yang akan membuat sayur memompa kompor yang berada di dapur. Saat dipompa, kompor meledak dan menyebabkan kebakaran yang menghanguskan dapur rumah itu. Empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Beberapa saat kemudian, petugas pemadam berhasil melokalisir api sehingga tidak merembet ke bagian lainnya. Namun naas bagi Sulaiman karena kobaran api membakar sekujur tubuh Sulaiaman. "Dalam kondisi terbakar, dia berlari keluar lalu berguling-guling ke tanah. Saya berusaha mematikan api dengan handuk basah lalu Sulaiman saya masukkan ke bak air," kata Dedi, saksi mata yang juga tetangga korban. Keduanya bekerja di bagian finishing SGM.Selanjutnya, Dedi dan teman-temannya melarikan Sulaiman ke RSUD Dr Muwardi, Solo. Hingga kini, lajang asal Purwakarta, Jabar itu masih mendapatkan perawatan intensif karena luka bakar serius yang dialaminya. Dua orang korban lainnya adalah Tri (23) dan Yumratun. Kedua perempuan itu membuka warung yang melayani kebutuhan makan para pekerja SGM. Menurut saksi, saat terjadi ledakan, Tri sedang mandi sehingga kesulitan untuk menyelamatkan diri. Ia menderita luka bakar di bagian lengan dan pinggang kanannya. Sementara, Yumratun mengalami luka bakar ringan di bagian tangan. Keduanya langsung dilarikan ke RS Kasih Ibu Solo. Namun, Tri meninggal dunia dunia di RS itu. Diduga, ia mengalami sesak napas akibat terlalu banyak menghirup asap. Saat ini, lokasi kebakaran telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Untuk sementara, para pekerja tidur di banguan SGM yang belum jadi. (rif/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads