Setelah mengikuti rakor persiapan arus mudik di stasiun tersebut, Jokowi meninjau sejumlah prasarana yang berada di dalam stasiun. Selanjutnya Jokowi berpamitan untuk segera meninggalkan stasiun karena ada pekerjaan lain.
Saat keluar, sesampai di pintu keluar stasiun bersama berjalan beriringan dengan Kepala Daops VI Yogyakarta Sinung Tri Nugroho dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima, tenyata belasan penarik becak sudah menunggunya untuk sekadar bisa bersalaman dengan walikota yang namanya sedang naik daun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi sendiri yang mengambil dan memberikan bungkusan itu untuk diberikan kepada para penarik becak. Setelah dibagi-bagikan, jumlah bungkusan yang ada di dalam mobil masih sisa satu. Kebetulan tak jauh dari lokasi itu ada seorang penjaja koran mendekat, bungkusan itu menjadi rezeki si penjaja koran.
"Pas ya. Sudah habis itu yang ada di dalam mobil. Kebetulan jumlah bungkusannya pas. Itu nanti dibawa pulang untuk dimasak dengan keluarga," ujar Jokowi disambut senyum sumringah para penarik becak.
Kepada wartawan Jokowi mengaku tidak ada maksud apa-apa dalam bagi-bagi beras tersebut. Selain hanya ingin bersedekah, dia mengaku selama ini dia memang selalu menyimpan bungkusan beras untuk setiap saat dibagikan kepada warga yang membuntuhkannya.
Penuturan Jokowi itu dibenarkan oleh sopir dinasnya, Suliadi. Dia memaparkan bagasi mobil dinas Jokowi memang selalu berisi bungkusan beras untuk dibagikan kepada warga kebetulan mengunjungi pemukiman warga atau bertemu warga yang membutuhkan.
"Sudah cukup lama dilakukan. Setiap pagi sebelum berangkat diisi dengan bungkusan baru. Itu dilakukan sejak sebelum mencalonkan diri sebagai gubernur di Jakarta," ujar Suli
(mbr/trw)










































