KBRI Dinilai Tak Serius Tangani Kematian Buruh Migran

KBRI Dinilai Tak Serius Tangani Kematian Buruh Migran

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2004 21:01 WIB
Jakarta - Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant CARE) menilai KBRI di Kuala Lumpur tidak serius menangani kasus kematian buruh migran Lilis Ika Nestiana. Karena itu, Migrant CARE mendesak menlu dan Irjen Deplu memeriksa, menindak dan memecat aparat KBRI yang terbukti bertindak di luar prosedur. Menurut Migrant CARE dalam siaran pers yang diterima detikcom, Kamis (26/8/2004), KBRI tidak menghargai permintaan pihak keluarga agar jenazah Lilis dipulangkan ke Indonesia untuk dimakamkan di kampung halamannya, Blitar, Jatim. Kenyataan ini membuktikan KBRI tidak menghormati hak-hak keluarga Lilis dan melanggar HAM warga negaranya. Lilis meninggal dunia karena terjatuh dari lantai 15 Apartment Genting View di kawasan Genting Highland, 12 Agustus 2004 lalu. Penyebab kematiannya masih belum jelas. Pihak KBRI baru mengetahui kabar kematian Lilis 4 hari kemudian. Itupun berdasarkan informasi Alex Ong, perwakilan Migrant CARE di Malaysia.Sehari setelah mendapat kabar duka, pihak keluarga Lilis langsung menghubungi Migrant CARE untuk menjadi kuasa hukum guna mengurus kepulangan jenazah. Ayah Lilis, Yatimi meminta agar jenazah anaknya dipulangkan. Permintaan itu dituangkan dalam surat yang dikirimkan ke Dubes RI di Kuala Lumpur. Namun, pihak KBRI Kuala Lumpur selalu berkelit ketika diminta untuk segera mempercepat pemulangan jenazah Lilis. Migrant CARE juga menyesalkan sikap KBRI yang mengizinkan pihak Rumah Sakit Bentung Malaysia dan Polisi Diraja Malaysia memakamkan jenazah Lilis di Malaysia, Rabu (25/8/2004) malam. Hingga kini, pihak keluarga tetap tidak memberikan izin jenazah Lilis dimakamkan di Malaysia dan tetap mendesak KBRI untuk memulangkannya. (rif/)


Berita Terkait