"Ini untuk normalisasi Kali Pesanggrahan dan mencegah banjir di kawasan itu," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Suryowati, kepada detikcom, Kamis (2/8/2012).
Catharina mengatakan proyek normalisasi ini akan dimulai setelah Lebaran. 1.776 Makam tersebut akan dipindahkan ke kawasan Tanah Kusir juga. "Dipindahkannya di kawasan Tanah Kusir juga," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemindahannya gratis, tidak dipunggut biaya," tambahnya.
Lahan pemakaman di Jakarta memang makin menyempit. Pantauan detikcom yang menyambangi pemakaman Tanah Kusir, Selasa (12/6) lalu, terlihat makin sempitnya pemakaman di lokas ini.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, pemakaman yang berdiri sejak 1975 ini sudah semakin menyusut sisa lahan terbukanya. Tidak heran kalau dibuka opsi pemakaman ditumpuk. Maksudnya, satu lubang bisa diisi jenazah baru setelah beberapa lama.
Soal aturan penumpukan jenazah itu secara tidak tertulis memang ada di setiap pemakaman di Jakarta. Bukan hanya Tanah Kusir saja, tetapi di Jeruk Purut, Karet Bivak, dan Menteng Pulo juga ada pilihan seperti itu. Tetapi biasanya keluarga menolak.
Seorang petugas di Tanah Kusir yang enggan disebutkan namanya bercerita, sebenarnya di kawasan itu baru saja dibuka lahan baru yang merupakan tanah wakaf. Namun belum sampai lebih dari 3 bulan sudah penuh. Kondisi sama pun terjadi di kawasan Jeruk Purut, lahan baru yang dibuka kini sudah hampir penuh.
Soal lahan pemakaman yang sudah semakin kritis ini, menjadi persoalan baru di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang ditanya soal lahan ini juga ikut mencermati. Namun lebih lanjut dia meminta agar ditanyakan ke Dinas Pemakaman.
(nal/vit)










































