Itulah fenomena yang terjadi dalam National Day Singpura yang digelar di Hotel Pangeran, di Pekanbaru, Rabu (1/8/2012). Acara ini mengundang pejabat Pemprov Riau, Pemkot Pekanbaru, Konsulat Malaysia dan sejumlah tokoh masyarakat Riau.
Acara ini dimulai dengan berbuka bersama dengan para undangan. Wartawan yang hadir sebenarnya harus memiliki undangan khusus dari pihak konsulat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan tanpa undangan tetap ngotot masuk mengisi buku tamu. Sekalipun mereka dipertanyakan undangan jurnalis, mereka tetap ingin masuk dengan menunjukan kartu pers.
Setelah menunjukan kartu pers, mereka maksa panitia untuk memberikan bingkisan sebagaimana undangan lainnya. Panitia awalnya tidak memberikan, tapi karena takut terjadi keributan, akhirnya wargad ini pun terpaksa diberikan bingkisan walau tidak diundang.
Belum puas dapat bingkisan, wargad yang jumlahnya belasan orang ini, memberikan daftar nama wartawan. Alasannya, mereka adalah wartawan peliput acara tersebut. Nama-nama wartawan pun diberikan kepada panitia.
"Ulah wargad ini sangat membuat malu kita. Masak acara seperti ini masih ada juga yang berkesempatan mencari THR. Malu kita dengan ulah mereka," ujar seorang pejabat Pemprov Riau kepada detikcom.
(cha/van)











































