Gedung tersebut tidak memiliki papan nama. Namun Ari Romadoni, petugas keamanan gedung tersebut membenarkan kalau gedung itu milik PT Citra Mandiri Metalindo Abadi.
"Iya, benar. Citra Mandiri Metalindo. Pimpinan tidak ada," ujar Ari Romadoni kepada detikcom, Rabu (1/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas detikcom mencoba mengitari gedung tersebut. Ternyata, setelah berjalan sekitar 50 meter ke belakang, tepat di belakang gedung itu, ada sebuah gedung. Saat dipanjat, terlihat jelas bengkel perakitan tersebut. Berbagai peralatan serta driving simulation yang belum selesai dengan sempurna terlihat jelas. Ada juga simulator sepeda motor warna hitam dan satu unit simulator mobil warna putih.
Namun tidak ada aktivitas pengerjaannya. Para karyawan pun tak terlihat berlalu lalang di jam kerja.
Saat dikonfirmasi, Abdul Rohman, petugas keamanan gedung tersebut mengaku, gedung tersebut merupakan tempat pekerjaan bengkel las bubut dan pelat nomor polisi kendaraan.
"Ini workshop, bengkel las bubut. Tempat bikin pelat nomor kendaraan," katanya.
Seorang pegawai yang baru keluar dari gedung tersebut juga mengaku kalau di dalam gedung tersebut hanya mengerjakan plat nomor polisi kendaraan. "Di dalam cuma buat pelat nomor," katanya.
Bentuk bangunan ini berkonsep seperti GOR dengan tempat bengkel berbentuk layaknya aula. Sedangkan pabrik ini terus tertutup rapat oleh gerbang dan tembok yang menjulang tinggi.
PT CMMA diketahui sebagai rekanan pemenang tender dalam proyek simulator SIM di Korlantas Polri. Belakangan, KPK mencium aroma korupsi dari proyek ini. Mantan Kakorlantas Irjen Pol Djoko Susilo sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara bos PT CMMA Budi Sasonto hingga kini belum bisa dimintai konfirmasi.
(mad/mad)










































