Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu penjaga palang rel di kawasan jalan Jembawan, Semarang, Yustanto (55), sedang menertibkan pengguna jalan yang akan melintas di rel karena akan ada KA yang melaju kencang. Namun dari arah barat, ia melihat pria berbaju hitam dan bercelana pendek berjalan di atas rel. Yustanto pun memberi peringatan dengan meniup peluit dan berteriak.
"Saya tiup peluit sekencang-kencangnya dan menyuruhnya menyingkir. Tapi dia seperti tidak dengar," kata Yustanto di lokasi, Jl Jembawan, Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiba-tiba dia masuk ke rel lagi. Saya langsung tutup mata dan orang-orang di sini berteriak histeris. Tubuhnya mental," ujar Yustanto.
Saksi mata lain bernama Tiwul menduga bahwa korban menyandang bisu dan tuli, karena sebelum kejadian, ia sempat bertanya kepada pria tersebut namun hanya dijawab dengan bahasa isyarat.
"Dia berjalan di atas rel, makanya saya bertanya mau ke mana. Dia terlihat kesulitan mendengar dan waktu menjawab menggunakan bahasa isyarat," katanya.
Kecelakaan terjadi di lokasi pengerjaan pembangunan jalan KA jalur ganda KM3+000 s/d KM6 + 600: 3600 M'SP antara Jerakah - Semarang - Lintas Pekalongan. Pengerjaan yang sempat terhenti akhirnya berlanjut ketika mayat pria tak dikenal tersebut telah dievakuasi oleh polisi.
(nrl/nrl)











































