"Belum akan dicekal karena ada komunikasi baik antara penyidik dengan orang kepercayaannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Rikwanto mengatakan, orang kepercayaan OS menjanjikan akan menghadirkan kliennya itu secepatnya. Saat ini, OS masih berada di luar negeri.
"Menurut orang kepercayaannya itu bahwa setelah pulang akan penuhi panggilan," katanya.
Ia melanjutkan, diharapkan OS segera memenuhi panggilan polisi untuk memberikan keterangannya terkait dugaan penganiayaan tersebut.
"Kita rencana memanggil tetapi dia di luar negeri. Kalau pulang akan segera diperiksa. Diharapkan segera pulang untuk lapor," paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, OS dilaporkan oleh broker properti bernama Nofel SH pada Rabu (25/7) sore lalu. Nofel mengaku dipukul OS dengan menggunakan handphone Nokia Communicator type E90 pada bagian bibirnya.
Peristiwa itu terjadi di kantor OS di gedung City Tower lantai 19, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Rabu (25/7) siang. Saat itu, Nofel SH yang datang bersama notaris bernama Rifat Tadjoedin dan konsultan OS bernama Muhammad Ali. Kedatangannya ke situ terkait pelunasan rumah di Jalan Denpasar, Kuningan, Jaksel sebesar Rp 10 miliar yang dibeli oleh OS dari Ali Idung.
OS kemudian menanyakan keberadaan Ali Idung kepada Nofel dan dijawab Nofel bahwa Ali Idung sedang berada di Jambi. Namun, dengan nada emosi, OS menuduh Nofel berbohong dan langsung memukul Nofel pada bagian bibirnya hingga berdarah.
Notaris dan konsultan yang menyaksikan peristiwa tersebut kemudian menenangkan situasi yang menegang itu. Hingga kemudian sore harinya, Nofel memutuskan untuk melaporkan OS ke Polda Metro Jaya.
(mei/mok)











































