Kader Muda Golkar Bentuk Wadah Tolak Mega-Hasyim

Kader Muda Golkar Bentuk Wadah Tolak Mega-Hasyim

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2004 17:12 WIB
Jakarta - Sekelompok kader muda Partai Golkar mendeklarasikan Forum Kader Muda dan Pemilih Golkar. Wadah tersebut menampung kader Golkar yang menolak keputusan Rapim Golkar untuk mendukung Mega-Hasyim."Dalam pandangan kami, putusan tersebut cacat secara politik. Jadi tidak ada kewajiban moral bagi kita untuk mendukungnya."Demikian tukas Ketua DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Andi Sinulingga dalam pidato sambutannya di Hotel JW Marriott Jakarta, Kamis (26/8/2004)."Saya tidak risau dengan peringatan Pak Ketua Umum (Akbar Tandjung) yang akan menjatuhkan sanksi bagi kader yang mbalelo," ujarnya.Keputusan untuk mendukung Mega-Hasyim, menurut Andi, merupakan pengingkaran terhadap janji elit Partai Golkar kepada massa pemilih setelah Pemilu legislatif dan Pilpres pertama, untuk tidak mendukung status quo karena pemerintahannya dianggap gagal."Proses penetapan dukungan yang lebih mempertimbangkan jatah kursi kabinet membuktikan Golkar mereduksi masalah politik bangsa, tidak lebih sebagai tender proyek bagi kekuasaan belaka," sindirnya.Padahal selaku partai yang mengusung mutu paradigma baru, lanjut dia, seharusnya setiap keputusan vital didasarkan pada aspirasi pemilih dan kader secara luas, bukan hanya pengurus."Aspirasi terbesar pemilih Golkar saat ini adalah netral. Banyak pemilih yang mengharapkan agar rapim partai memutuskan untuk membebaskan warganya memilih salah satu capres sesuai hati nurani masing-masing," tukasnya.Andi membantah apabila forum tersebut dikatakan sebagai kelanjutan dari gerakan menggalang dukungan untuk SBY-Kalla yang dimotori Ketua DPP partai Golkar Fahmi Idris. "Kelompok kami justru mendukung opsi netral. Tidak ada dukung mendukung," tegasnya.Selaku parpol dengan perolehan kursi DPR terbanyak, menurut Andi, akan lebih baik bagi Golkar untuk menjadi oposisi terhadap pemerintahan terpilih. Sehingga dapat mewujudkan good governance melalui mekanisme kontrol terhadap kebijakan pemerintah."Koalisi partai besar dengan parpol yang mengajukan capres justru akan menyuburkan iklim kolusif," tandas Andi.Turut hadir antara lain Penasihat Partai Golkar Muladi, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, dan Wakil Ketua Umum AMPG Yoris Raweyai.Beberapa spanduk menghiasi ruang acara. Antara lain bertuliskan "Kader Golkar kecewa hasil Rapim", "Partai bukan hanya pengurus", "Golkar besar karena pemilih dan kader". (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads