Depkeu Sesalkan Bentrokan Warga-Preman di Arealnya

Depkeu Sesalkan Bentrokan Warga-Preman di Arealnya

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2004 16:58 WIB
Jakarta - Kabag Humas Departemen Keuangan (Depkeu) Eddy Effendi menyesalkan terjadinya bentrokan terkait pembangunan menara kembar Depkeu di Jl.Senen Raya 7, Jakarta Pusat."Kita menyesalkan sampai terjadi bentrokan. Kita nggak mau ada seperti itu. Tapi kita nggak terkait. Kita sudah serahkan pembangunan gedung kepada PT Adi Karya sebagai kontraktornya. Yang saya ketahui gedung mau dibangun," kata Eddy pada detikcom per telepon, Kamis (26/8/2004) pukul 16.30 WIB.Eddy bersikeras bahwa tanah yang hendak dibangun menara itu adalah milik Departemen Keuangan. "Tanah itu memang milik Depkeu dan baru mulai dibangun. Kenapa tiba-tiba bentrok, saya nggak tahu. Coba hubungi Pak Kamsari, pimpro pembangunan itu," sambung Eddy.Sementara Kamsari saat dihubungi menyatakan sedang rapat dan nanti akan melakukan jumpa pers bersama Humas Depkeu. "Jadi nanti kita ke Humas. Kita beri keterangan bersama-sama supaya tidak ada kesalahan," kata Kamsari saat dihubungi detikcom.Data yang dikumpulkan detikcom, korban luka adalah warga Kompleks Siliwangi bernama Rahmad (30), kena bacokan di punggung. Suryana, pinggang kena tusuk. Muchtar, mata bengkak. Sedang seorang pegawai Depkeu tangan kiri nyaris putus karena kena sabetan parang.Pegawai Depkeu yang mengalami luka parah bernama Arif Suharsono, staf Direktorat Jenderal Piutang dan Lelang Negara. Arif jadi korban saat makan siang.Saat ini tangan Arief yang nyaris putus sedang dioperasi. Pegawai berumur 29 tahun ini menurut KTP beralamat di Jl.Masjid II/308, Purwokerto. Tidak diketahui di mana alamatnya di Jakarta. Kini Arif berada di ruang UGD RSPAD Gatot Soebotro, ditangani dr.Taufik dan dr.Yasser. Enam orang temannya tengah menunggu jalannya operasi. Namun mereka menolak bicara. (nrl/)


Berita Terkait