Penyidik KPK yang berjumlah sekitar 30 orang itu memang tengah berada di Kaorlantas. Dibagi beberapa tim, penyidik memasuki setiap ruangan untuk mencari dokumen penting terkait kasus pengadaan driving simulation R2 dan R4 yang statusnya sudah dinaikkan ke tingkat penyidikan oleh KPK.
Penggeledahan dimulai pukul 16.00 WIB. Awalnya, tanpa kesulitan penyidik KPK bisa menggeledah dan mencari barang bukti dari pengadaan bernilai Rp 190 miliar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Bambang baru saja menginjakkan kaki di kediamannya. Mendapat telepon dari anak buahnya seperti itu, Bambang pun memilih untuk ngantor lagi.
Masalah yang dimaksud adalah sulitnya penyidik KPK diperbolehkan untuk mencari barang bukti. Sempat terjadi perdebatan masalah kewenangan antara penyidik KPK dan anggota kepolisian.
Karena dilarang, aktivitas petugas KPK pun praktis terhenti. Sebagian penyidik memilih menunggu. Ada yang tertidur di kursi karena letih hingga hanya diam saja.
"Mereka bengong gitu, ada yang kelihatan istirahat juga," ujar salah satu saksi yang ikut dalam penggeledahan.
Sementara itu, di KPK tak kalah tegang. Pimpinan menggelar rapat mendadak. Informasi terkini di lokasi penggeledahan terus dikumpulkan. Akhirnya menjelang pergantian hari, Bambang beserta komisioner yang lain, Abraham Samad dan Busyro Muqqodas memilih meluncur 'menemani' penyidik di Kaorlantas.
Ketiga komisioner itu akhirnya bertemu dengan Kabareskrim Komjen Pol Sutarman yang sudah berada di lokasi. Ketegangan pun cair. Akhirnya polisi memilih mengalah dan membiarkan penyidik KPK mengobok-obok setiap ruangan di gedung itu.
"Hanya miskomunikasi saja, terjadi ketidaksepahaman," jelas Bambang dengan raut wajah yang teramat lelah.
(mok/fdn)










































