Kisah Tragis Tyler dan Ty, Korban Bullying

- detikNews
Selasa, 31 Jul 2012 16:42 WIB
Kisah Tragis Tyler dan Ty, Korban Bullying

Kisah tragis  Tyler Long dan Ty Smalley pada 2011 menjadi bahan pembuatan film dokumenter berjudul Bully (judul semula  "The Bully Project"). Film ini menceritakan fakta bullying di sekolah-sekolah di AS. Selain menggambarkan dua korban di atas, film ini juga mengisahkan 3 pelajar yang menjadi korban bully setiap hari. Film ini pertama tayang pada Festival Film Tribeca 2011, kemudian dibeli oleh The Weinstein Company. Film ini tayang di bioskop-bioskop di AS pada 30 Maret 2012.

Film ini mengisahkan pelajar-pelajar dari Georgia, Iowa, Texas, Mississippi dan Oklahoma pada tahun ajaran 2009-2010. Film yang disutradarai oleh Lee Hersch ini juga menampilkan keluarga para pelajar. Lee Hirsch sendiri semasa sekolah adalah korban bullying.

Dalam film itu digambarkan bagaimana perjuangan orangtua Tyler Long, David dan Tina, yang mencari keadilan atas kematian anaknya namun kurang mendapat sambutan.

Lantas ada Pertemuan Kotapraja, yang dihadiri pejabat terpilih dan para penegak hukum. Pertemuan itu mengundang para siswa dan orangtua untuk menceritakan kisah bullying di SMA Murray County, tempat Tyler bersekolah. Pertemuan yang diadakan 6 minggu setelah kematian Tyler itu tidak diikuti oleh pengelola sekolah, yang juga menginstruksikan agar para guru dan pekerja lainnya tidak terlibat dalam pertemuan tersebut.

Film ini membuat perjuangan Long melesat ke level nasional, memberi dorongan pada tujuan mereka untuk meningkatkan kesadaran pada gerakan anti-bully.

Film ini juga menampilkan Kirk Smilley, yang muncul sebagai ayah yang tenang dan bermartabat meskipun tengah berduka, ayah yang tidak melakukan pembalasan -- dia tidak menggugat sekolah anaknya atau orangtua pembully -- sebaliknya dia berjuang untuk melawan ketidakpedulian, kekejaman dan rasionalisasi merusak yang melanggengkan budaya bullying.

"Kami mendapat jawaban bahwa boys will be boys, bahwa bullying hanyalah bagian ritual masa kecil. Itu tidak benar. Itu terjadi karena kita mengabaikan itu," ujarnya.

Film dokumenter Bully memberi pesan bahwa tahun ini lebih 13 juta anak AS akan di-bully di sekolah, online, di dalam bus, di rumah, melalui ponsel mereka, di jalanan di kota mereka, menjadikan 
bullying adalah bentuk kekerasan paling umum di kalangan anak muda.

Bully adalah film dokumenter pertama yang menunjukkan bagaimana kita semua kena dampak bullying, entah sebagai korban, pelaku atau saksi yang diam saja.

Usia dewasa yang kita jalani dimulai dari taman bermain. Bully terbuka terjadi di hari pertama sekolah. Untuk lebih dari 13 juta anak yang terancam dibully tahun ini di AS, hari pertama sekolah tampaknya lebih mencemaskan dibandingkan menggembirakan. Trailer film ini bisa diklik di sini.

(nrl/nvt)