Kisah Tragis Tyler dan Ty, Korban Bullying

- detikNews
Selasa, 31 Jul 2012 16:42 WIB
Kisah Tragis Tyler dan Ty, Korban Bullying
Ty Field-Smalley adalah bocah SD berumur 11 tahun. Pada hari Kamis di bulan Mei 2010, tak lama setelah dia tiba di rumah setelah dijemput ibunya dari sekolah, Ty mengakhiri hidupnya. Peristiwa ini terjadi seminggu sebelum dia tamat kelas 6. Pada 17 Mei, Ty dimakamkan.

Ayah Ty, Kirk Smalley, menyebut anaknya selama dua tahun ini dibully terus-menerus di sekolahnya oleh seorang bocah lelaki yang sama. Pembully itu hanya menjalani 1 hari dari 3 hari hukuman skorsing karena mengganggu Ty. Ini adalah hukuman pertama kali dan satu-satunya yang dijatuhkan kepada pembully tersebut.

Pada hari Senin berikutnya pasca Ty bunuh diri, tutur Kirk, pembully itu mendatangi seorang gadis kecil dan bilang bahwa Ty tewas karena bocah perempuan itu. Kemudian bocah perempuan itu pulang ke rumah dan mencoba bunuh diri.

Setahun setelah Ty tewas, ungkap Kirk, bocah lelaki itu mendekati sahabat Ty dan berkata,"Aku sudah mengurus satu dari kalian. Sekarang coba aku lihat apa yang bisa aku lakukan padamu."

Kirk mengungkapkan, dia mengajari Ty untuk membela diri sendiri, namun dia tidak pernah bisa. "Dia adalah bocah paling kecil di sana, namun dia membela anak-anak lain. Ada seorang bocah, seorang bocah keturunan Amerika-India, yang sering diganggu. Ty mencoba membela bocah itu sehingga bocah-bocah yang lebih besar memukul Ty dan meninggalkan bocah (Amerika-India) itu," ujar Kirk.

Akhirnya, Ty sendirian mempertahankan diri. Dia mencoba melawan balik. Tapi hasilnya, dia dan bocah yang biasa membullynya itu mendapatkan hukuman yang sama: diskorsing dari sekolah. Atas hukuman itu, Ty merasa tidak berdaya dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Pasca kematian Ty, Kirk menjadi pejuang anti-bullying. "Saya sekarang memiliki tujuan yang besar dalam hidup," ujarnya.

"Saya tidak akan berhenti. Saya akan melawan bullying di mana pun itu ditemukan. Di sekolah-sekolah. Di tempat kerja. Saya tidak akan berhenti hingga bullying (habis)," ungkap Kirk kepada CNN.

"Saya akan melawan bullying selamanya karena anak lelaki saya akan tetap berusia 11 tahun selamanya," tandas Kirk.