Korban Bullying di SMA Don Bosco Dipaksa Mabuk dan Dipukuli

Korban Bullying di SMA Don Bosco Dipaksa Mabuk dan Dipukuli

Rivki - detikNews
Selasa, 31 Jul 2012 16:23 WIB
Jakarta - Polisi memeriksa korban bullying di SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan, yang melaporkan kasus itu. Fitri, salah satu orang tua korban, mengaku anaknya dipaksa menenggak miras dan dipukul berkali-kali.

"Dia dipaksa mabuk dengan minum miras. Dia ditampar dan dipukul berkali-kali," kata Fitri, saat mendampingi anaknya yang diperiksa di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (31/6/2012).

Fitri mengatakan anaknya telah menjalani visum di RS Pusat Pertamina dan ditemukan lebam di pundak kiri dan kanan. "Saya tidak terima. Saya minta tradisi ini dihilangkan, supaya adik kelasnya tidak ikuti tradisi seperti ini," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fitri mengatakan, anaknya diancam supaya tidak melapor kepadanya. Hal ini membuat dia tidak tahu ada peristiwa seperti itu. "Saya kaget sekali tahu ada peristiwa itu," ujarnya.

Fitri menyerahkan kasus penganiayaan ini ke polisi. Menurutnya Senin kemarin anaknya sudah bersekolah lagi.

Luka memar yang diderita anak Fitri terlihat di lengan kanannya. Saat dia menggulung lengan bajunya terlihat bekas luka memar di bagian atas lengannya. Saat menjalani pemeriksaan anak Fitri mengenakan seragam sekolah dan dasi abu-abu.

Sementara itu, Elbangun, orang tua korban bullying di SMA Don Bosco lainnya, mengatakan anaknya menderita luka sundut dan luka lebam di muka. Dia berharap hal ini tidak terulang lagi.

"Kami juga mau hal ini dihilangkan supaya anak kami tiak mengulangi kayak gini lagi," katanya.

Elbangun mengatakan, kasus ini sudah dimediasi sekolah. Namun siswa-siswa kelas 3 tidak mengakui perbuatannya sehingga dibawa ke ranah hukum.

"Mediasi sudah ada, difasilitasi sekolah, kami bertemu. Tapi anak kelas 3 tidak mengaku jadi kita bawa ke hukum saja," katanya.

(nal/nrl)


Berita Terkait