27 Personel Intelijen AS Terlibat Skandal Abu Gharib
Kamis, 26 Agu 2004 15:49 WIB
Jakarta - Sebanyak 27 personel intelijen militer Amerika Serikat juga terlibat dalam skandal penganiayaan tahanan Irak di penjara Abu Gharib. Demikian laporan militer AS.Tim investigator menemukan bahwa para komandan di penjara tersebut mengetahui soal penyiksaan itu. Namun mereka tidak mengambil tindakan apapun. Demikian seperti dilansir kantor berita AP, Kamis (26/8/2004).Laporan ini keluar sehari setelah panel lain menuding Pentagon bersalah atas skandal Abu Gharib. Namun sebagian besar yang disalahkan adalah tentara dan atasan mereka di penjara tersebut. Tujuh tentara AS telah didakwa sehubungan dengan kasus penyiksaan ini.Laporan baru yang disebut Laporan Fay, yang mengambil nama salah satu tim penyelidik, Jenderal George Fay ini, memfokuskan pada peranan unit intelijen militer di penjara Abu Gharib. "Kami menemukan kesalahan serius dan ketiadaan moral," tukas Jendral Paul Kern, yang memimpin penyelidikan.Dituturkannya, penyelidikan itu membeberkan "fakta yang menyedihkan" mengenai kelakuan sejumlah kecil tentara yang bertugas di penjara Abu Gharib, Baghdad barat. Empat dari 27 personel intelijen tersebut adalah kontraktor sipil yang bekerja sebagai interogator.Jenderal Kern mengatakan, contoh penyiksaan paling parah yang ditemukan adalah dengan menggunakan anjing untuk menakut-nakuti tahanan. Dalam laporan tersebut, dituliskan bahwa tidak ada "satu keterangan yang menyebutkan mengapa penyiksaan itu terjadi."Laporan Fay itu menyalahkan "sikap buruk sekelompok kecil tentara dan sipil, tidak adanya disiplin dari para pemimpinnya dan tentara." Laporan itu juga menyalahkan praktek interogasi oleh badan intelijen AS alias CIA.
(ita/)











































