Simulator Roda Dua di Samsat Daan Mogot Masih Nganggur

Simulator Roda Dua di Samsat Daan Mogot Masih Nganggur

- detikNews
Selasa, 31 Jul 2012 13:46 WIB
 Simulator Roda Dua di Samsat Daan Mogot Masih Nganggur
Jakarta - Seiring dengan merebaknya kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan simulator untuk ujian SIM (driving simulator), ada baiknya kita tengok peranti itu di Samsat, Jl Daan Mogot, Jakarta Barat. Di tempat pembuatan SIM itu terdapat 42 unit driving simulator, terdiri dari 23 simulator untuk uji kendaraan roda empat dan 19 simulator untuk kendaraan roda dua.

Berbeda dengan simulator kendaraan roda empat yang berjumlah 23 unit yang telah dipergunakan, 19 simulator kendaraan roda dua masih menganggur karena menunggu kelengkapan simulator di seluruh Polda di Indonesia.

"Untuk roda dua (ada) dari tahun 2010-2011. Karena baru disosialisasikan, belum serentak di seluruh Polda ada," ujar pembina Simulator Samsat Daan Mogot, Iptu Sugiran, saat ditemui detikcom di kantornya, Selasa (31/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Letak simulator kendaraan roda empat dan roda dua terpisah. Di ruang simulator roda empat terlihat ada orang yang sedang melakukan ujian praktik mengemudi. Sedangkan di ruangan simulator roda dua masih tertutup rapat. detikcom tidak bisa melihat langsung isi ruangan tempat simulator roda dua.

"Jadi untuk membuat SIM A polos sama SIM C itu belum (menggunakan simulator). Jadi baru disosialisasikan," kata Sugiran. Seperti diketahui, SIM A polos adalah untuk pengemudi mobil pribadi, sedangkan SIM A Umum untuk pengemudi angkutan umum.

Saat ini, simulator roda empat dipergunakan untuk melakukan pengujian untuk mendapatkan SIM B, SIM B2 umum, dan SIM A Umum. Para peserta ujian duduk di sebuah alat yang mirip dengan internal kendaraan roda empat. Di depan mereka terdapat setir kendaraan dan tiga buah layar. Seorang polisi berada di samping mereka untuk menilai kecakapan mengemudi peserta.

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) sebelumnya telah merilis detail anggaran pengadaan driving simulator Korlantas Polri yang berbau korupsi. Dari data APBN, anggaran proyek itu mencapai Rp 198,7 miliar.

Menurut koordinator investigasi Fitra, Uchok Sky Khadafi, pengadaan driving simulator sebesar Rp 198,7 miliar itu berasal dari program sebagai berikut:

1. Driving simulator uji keterampilan pengemudi roda dua dengan nilai sebesar Rp. 55,3 miliar.
2. Driving simulator uji keterampilan pengemudi R4 (roda empat) dengan anggaran Rp.143,4 miliar.

"Pengadaan driving simulator uji ketelampilan pengemudi R2 atau R4, pengadaan lelang dibuka pada tanggal 21 Januari 2011 sampai 8 Februari 2011. Yang dimaksud dengan driving simulator ini adalah alat uji simulasi pengemudi dalam konteks pendidikan yang merupakan alat bantu peraga dan bahan uji yang diperuntukan kepada pengajar atau Instruktur dan siswa," papar Uchok dalam rilis kepada detikcom. (Foto: Simulator untuk roda empat).


(fiq/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads