Jarak Pandang Kurang 700 Meter

Kabut Asap di Pekanbaru

Jarak Pandang Kurang 700 Meter

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2004 15:20 WIB
Pekanbaru - Kabut asap masih saja menyelimuti udara Pekanbaru. Kondisinya kian hari semakin parah. Saat ini jarak pandang di pagi hari terbatas di bawah 700 meter.Masalah kebakaran hutan agaknya di Riau hingga kini terus terjadi. Ini bisa dibuktikan, masih terjadinya kabut asap di sejumlah daerah terutama Pekanbaru. Dalam sepekan ini, kabut asap masih saja menyelimuti Pekanbaru. Kian hari kondisi demikian bertambah parah.Hari ini Kamis (26/8/2004) misalnya, dari pantuan detikcom di lapangan, pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB, jarak pandang sangat terbatas di bawah 700 meter, padahal normalnya mencapai 2 km. Asap tebal yang menyerupai embun itu berangsur hilang sekitar pukul 10.00 WIB. Namun demikian, asap tebal masih tetap membendung sinar matahari yang membuat Pekanbaru seperti mendung.Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda ) Provinsi Riau, Khairul Zainal, membantah bila asap tebal yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Riau. Hal itu dimungkinkan karena dalam sepekan ini hanya terdapat lima titik api yang terdapat di Kabupaten Rokan Hulu, Kampar dan Indragiri Hulu.Menurut Khairul, asap tebal yang menyelimuti Pekanbaru merupakan kiriman asap dari wilayah Jambi dan Kalimantan Barat. Sebagian besar asap itu berasal dari Kalimantan Barat. Itu bisa dibuktikan berdasarkan pantuan satelit di provinsi Kalimantan Barat terdapat 80 titik api."Di Provinsi Riau dalam sepekan hanya terdapat 5 titik api yang berada di tiga kabupaten. Karena itu, kita memperkirakan kabut asap yang terjadi di Pekanbaru merupakan asap kiriman dari Jambi dan Kalimantan Barat," katanya.Baru Dua DaerahMenurut Khairul, pemerintah daerah masih tetap komit dalam menangani kebakaran lahan dan hutan. Karena itu, baru-baru ini Gubernur Riau Rusli Zainal mengeluarkan surat teguran kepada sejumlah kepala daerah di kabupaten dan kota untuk serius menangani masalah kebakaran lahan da hutan. Tapi, kenyataannya baru dua daerah yang terlihat serius untuk mengatasi kebakaran tersebut. "Sejauh ini, baru Pelalawan dan Pemko Dumai yang serius menangai kebakaran lahan dan hutan," kata Khairul.Dia menjelaskan, keseriusan kedua daerah itu dapat dilihat di dalam APBD dimasukkan dana anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kedua daerah itu juga telah membentuk Satuan Kelompok Masyarakat Anti Api yang menyebar hingga ke pelosok desa.Dari tim itu, kata Kharul, masyarakat akan dijadikan ujung tombak dalam memberikan informasi dan menangani masalah kebakaran lahan dan hutan. Dengan melibatkan masyarakat hingga ke pelosok desa, nantinya kebakaran hutan dan lahan bisa dicegah sedini mungkin."Dana anggaran untuk kelompok masyarakat itu dimasukkan dalam APBD di dua daerah tadi. Hal itu membuktikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pelalan dan Kota Dumai tampak serius mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerahnya," kata Khairul. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads