Bocah itu diantar kakaknya, Dudi, saat melapor. Sementara insiden terjadi di kediaman korban di Kampung Pamoyanan, Desa Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut Jawa Barat.
Saat melapor, bocah itu terlihat sesekali meringis menahan rasa sakit, terutama pada bagian perut yang terlihat memar-memar. Dudi mengatakan, sang ayah melakukan penyiksaan kepada adiknya dengan cara sangat keji. Selain memukul kepala, sang ayah juga meremas perut korban kemudian diangkat dan dibanting ke lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanang melakukan penyiksaan kepada bocah itu karena dipicu masalah sepele. Korban tak mau berangkat ke sekolah.
"Mungkin adik saya lagi nggak enak badan, sehingga menolak berangkat sekolah," ungkap Dudi.
Sementara itu Kapolres Garut, AKBP Enjang Hasan Kurnia, membenarkan laporan tersebut. Pihaknya sudah memerintahkan jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak untuk segera menindaklanjuti laporan itu.
"Alhamdulillah kita sudah berhasil menangkap tersangkanya, hasil berikutnya kita tunggu besok," singkatnya.
(mad/mad)










































