Warga Dusun Ngaglik, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, ini melakukan aksi bunuh diri di jalur KA Kalimenur, Sukoreno, pada Minggu 29 Juli 2012 malam. Hernawan tewas dengan kondisi badan hancur.
Kapolsek Sentolo Kompol Dewa Putu Artha mengatakan
Hernawan sempat terlibat adu mulut dengan beberapa keluarganya. Hernawan diminta menikah dengan kekasihnya karena telah memiliki seorang anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Hernawan berlari ke pinggir rel KA yang jaraknya sekitar 30 meter dari jalur KA antara Stasiun Sentolo-Wates.
Kakak Hernawan, Dwi Endarto (27) sempat melarang dan menarik sang adik yang telah berdiri atas rel.
Namun, lanjut Dewa, Hernawan akhirnya tertabrak KA Senja Utama yang melintas dengan cepat. Melihat adiknya menabrakkan diri, Dwi pingsan.
"Proses pemakaman langsung pada malam itu juga. Saat ini, keluarga korban masih shock," kata Dewa.
(bgs/aan)











































