"Ya tentu itu harus dicermati. Jangan kita membiarkan. Dicari penyebabnya seperti apa. Kalau ada yang objektif perlu diperhatikan ya kita harus perhatikan," kata Akbar saat dihubungi wartawan, Senin (30/7/2012).
Namun Akbar mengaku belum menemukan ada indikasi perpecahan. Dia sendiri rutin berkunjung ke DPD II seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akbar sendiri tak membatasi kader Golkar yang mau pindah. Namun dia juga tak berharap semua elite Golkar jadi pragmatis.
"Kalau seseorang akan pindah partai lain seperti itu kan sudah menjadi pemandangan biasa. Karena politik kita kan diwarnai pragmatisme politik," tutupnya.
Partai Golkar terpecah belah karena konflik internal. Sebanyak 232 pengurus Golkar di DPD tingkat II siap mundur. Ada apa gerangan?
"Kondisi di Golkar sudah pecah amburadul ini. Nggak tahu kita siapa lagi yang bisa memberikan kesejukan, siapa lagi yang bisa kita percaya. Ibarat kapal Titanic tinggal kita tonton saja. 232 ketua DPD II mau mundur, itu setengah pengurus DPD II Golkar di Indonesia," kata ketua forum silaturahim DPD II Golkar, Muntasir Hamid, kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/7/2012).
(van/tfq)











































