200 LSM dan Ormas Pilih Golput

Pilpres Putaran II

200 LSM dan Ormas Pilih Golput

- detikNews
Kamis, 26 Agu 2004 13:27 WIB
Jakarta - Pertemuan nasional masyarakat sipil yang diikuti sekitar 200 lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat menghasilkan keputusan tidak akan memilih dalam Pemilu Presiden putaran kedua. Mereka tidak percaya dengan kedua capres yang akan berlaga. "Kita tidak percaya kepada kedua capres yang ada saat ini untuk itu kita tidak akan memilih," kata July Eko Nugroho dari Sekretariat Nasional Masyrakat Sipil Yogyakarta dalam jumpa pers di Hotel Milenium, Jl. Fahrudin no 3 Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2004). Hadir dalam jumpa pers itu Direktur Demos Asmara Nababan dan Otto Iskandar dari Imparsial.Pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan untuk mengorganisaasikan masyarakat sipil dalam sebuah lembaga yang dinamai Sekretariat Nasional Masyarakat Sipil. Ditunjuk sebagai pemimpin yang disebut sebagai fasilitator Nuraini Hilir.Nuraini, dalam jumpa pers itu menambahkan, pilihan untuk tidak memilih karena menilai Pilpres putaran kedua tidak akan memberikan keuntungan bagi masyarakat sipil. "Sia-sia mendukung capres karena bagi kita yang satu calon tentara pelanggaran HAM. Satunya lagi calon dari pemerintah yang gagal selama ini," kata Nuraini.Pertemuan nasional masyarakat sipil digelar di Hotel Milenium mulai 22 Agustus dan berakhir 26 Agustus. Pertemuan itu bertujuan menyusun platform bersama dari gerakan masyarakat sipil untuk menjawab tantangan politik dan ekonomi terkini. Pertemuan diisi sejumlah diskusi untuk menentukan platform yang akan dibuat. Menjadi pembicara dalam acara itu antara lain Asmara Nababan, Thamrin Amal Tamagola, Munir, Kusnanto Anggoro, Faisal Basri dan Dita Indah Sari. Selain keputusan tidak memilih. Pertemuan juga menghasilkan sejumlah platform dalam berbagai bidang. Di bidang militerisme, mendesak realisasi politik TNI dan Polri untuk tunduk kepada otoritas negara dan menjalankan tugas secara nasional. Kemudian juga mendesak adanya pembagian wilayah kewenangan antara TNI dan Polri.Platform lainnya, membangun gerakan lokal untuk melawan neoliberalisme. Gerakan akan menekankan aspek kolektifitas dalam memperoleh bagi hasil sesuai kebutuhan masyarakat. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads