Datang sendirin sekitar pukul 12.00 WIB, Emir Moeis langsung menuju lift pimpinan DPR. Emir yang mengenakan kemeja lengan panjang sempat menyatakan keinginannya bertemu Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.
"Bukan Pak Pram, Pak Priyo," kata Emir kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang sebelumnya Emir pekan lalu menemui Pramono Anung. Pertemuan itu, berisi keluh kesah Emir yang merasa dipolitisir penetapannya menjadi tersangka.
"Saya kan masih ketua Komisi XI, banyak UU yang masuk. Kan sama ngobrol-ngobrol segala macam. Saya dan Priyo sahabat loh, kan dulu sama-sama di komisi energi. Mas Priyo, Mas Pram," kata Emir.
"Iya pada periode yang sama, tapi untuk kejadian ini saya tidak di komisi energi lagi malah,"lanjutnya.
Apakah Priyo dan Pramono paham tender PLTU Lampung? "Nggak," bantah Emir.
Namun siapa sangka, Priyo merasa tak menemui Emir. Priyo merasa tak punya agenda apapun dengan Emir hari ini.
"Saya hari ini tidak ada ketemu siapapun. Staf saya bilang tadi ada Pak Emir ketemu Pak Pram. Tapi saya juga tidak tahu. Wajar saja kalau ketemu saya. Pak Emir bertemu dengan Pak Pramono Anung itu suatu hal yang wajar saja," kilah Priyo saat hendak meninggalkan gedung DPR.
Jadi, apa sebenarnya keperluan Emir, dan siapa yang ditemui Emir?
(van/mad)











































