Menurut organisasi pelestarian paus, International Whaling Commission (IWC) dalam situsnya, paus merupakan mamalia laut yang masuk dalam ordo Cetacea, bersama lumba-lumba. Nah untuk paus terbagi dalam 2 subordo yakni, Odontoceti yakni paus bergigi dan Mysticeti atau gigi khas paus, seperti sikat yang bisa memfilter air dan binatang-binatang kecil dan plankton.
Biasanya, para peneliti dan ilmuwan mengawetkan kerangka itu dengan cara menguburkannya terlebih dahulu hingga daging-dagingnya membusuk dan menyisakan tulang. Masa penguburan untuk bisa mendapatkan tulang ini adalah 1 tahun. Kemudian sisa-sisa daging yang membusuk di tulang itu dibersihkan dan kemudian diatur serta ditata untuk display.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Paus Biru
|
(dok fobi.web.id/Conny PL)
|
Di Indonesia, menurut fobi.web.id, paus biru ini ditemukan mati terdampar di Pantai Pameungpeuk, Priangan Selatan, Desember 1916. Kerangka paus itu bisa disaksikan di Museum Zoologi Bogor.
Kerangka paus biru yang diawetkan juga terdapat di The Canadian Museum of Nature in Ottawa yang dibuka 2010 lalu. Kemudian juga di Smithsonian Natural History Museum di AS. Di Melbourne Museum juga ada kerangka paus biru kerdil (Balaenoptera musculus brevicauda).
2. Paus Abu-abu
|
(dok SF Gate)
|
Pada Maret 2011, Dan Sudran menyelamatkan tulang belulang paus abu-abu yang terdampar mati di Pantai Pescadero State. Sudran kemudian merangkai tulang-tulang itu menggunakan kabel serat optik dan mempergunakan tulang belulang itu untuk tujuan edukasi, dipamerkan pada murid-murid sekolah seperti di salah satu SD di San Francisco.
3. Paus Bungkuk
|
(dok bangordailynews.com)
|
Pada 8 Juli 2012 lalu, seekor paus bungkuk (humpback whale/Megaptera novaeangliae) ditemukan terdampar di Pulau Cranberry, Maine, Amerika Serikat (AS) dalam keadaan mati, demikian dilansir dari bangordailynews.com. Belum diketahui penyebab kematian paus itu.
Sekitar 25 ilmuwan dan pelajar segera membedah paus itu, memisahkan tulang, daging dan organ-organnya tubuh lainnya. Para ilmuwan saat bekerja mengenakan masker, mengunyah permen karet dan menyusupkan inhaler bermentol di hidung mereka. Salah satu ilmuwan mengatakan 'tidak ada benda yang sebau ini di dunia'. Tulang paus itu akhirnya dikubur selama berbulan-bulan sebelum dibersihkan dan dipajang di museum atau sekolah.
Kerangka paus bungkuk juga dipamerkan di Museum Osteologi di Kota Oklahoma, AS.
4. Paus Sirip
|
(dok worldirish.com)
|
Pada Agustus 2011, seekor paus sirip terdampar di Dungarvan, Country Waterford, Irlandia, dalam keadaan mati. Warga lokal berharap mengawetkan kerangkanya untuk dipajang. Akhirnya, beberapa tukang daging dan mahasiswa setempat menyelamatkan paus itu. Paus itu dikubur selama setahun, dibersihkan dan disusun untuk dipamerkan.
Beberapa museum yang sudah memajang kerangka paus sirip ini adalah Natural History Museum di Los Angeles, California, Museum Science North di Ontario, Kanada.
Kemudian di Eropa, kerangka ikan paus ini dipajang di Natural History Museum of Slovenia di Ljubbljana, Slovenia, dari paus yang terdampar mati di Teluk Piran tahun 2003; Hungarian Natural History Museum memajang paus sirip yang ditangkap tahun 1896 di Samudera Atlantik; Museum Zoologi Cambridge University Inggris memajang paus sirip yang terdampar di Pevensey, East Sussex pada November 1865; dan Museum Otago, Dunedin di Selandia Baru memajang paus yang terdampar di muara Sungai Waimea tahun 1882.
5. Paus Pembunuh (Shamu)
|
(dok Wikipedia)
|
Paus ini merupakan paus tercerdas, dapat dilatih dan suka bermain. Namun pada 2010, ada kasus pelatih paus terbunuh oleh paus ini pada Februari 2010 dalam pertunjukan di Sea World Orlando, Florida. Predatornya adalah singa laut.
Β
Paus pembunuh yang langka (Orcinus citonensis) ditemukan menjadi fosil dan dipamerkan di Museum Capellini di Bologna, Italia.
6. Paus Sperma
|
(dok Bahama National Park)
|
Paus sperma yang pernah terdampar di pantai Kepulauan Bahama ini kemudian dipajang tulang-belulangnya di pinggir pantai Bahamian National Park of Frederick Wells.
Pada Juni 2002, paus sperma mati dan terdampar di Pulau Nantucket di Massachusetts. Paus itu kemudian ditarik oleh kapal penarik ke New Bedford, diangkut dengan truk dan menjalani nekropsi atau pembedahan dan memisahkan kerangkanya untuk dipajang di New Bedford Whaling Museum.
Pada Rabu (25/7/2012) lalu, paus sperma terdampar di Pantai Pakis Jaya, Karawang, Bekasi. Beberapa pihak, Kemenhub, LSM penyelamat satwa liar, TNI, Pelindo dan Pertamina mengevakuasi paus itu hingga akhirnya bisa dievakuasi pada Sabtu (28/7/2012) lalu. Kemudian pada Minggu (29/7/2012) sore paus serupa ditemukan mati di Muara Gembong, Bekasi.
Paus itu kini dibawa ke ke Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, selanjutnya akan dilakukan penelitian oleh berbagai lembaga seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemendikbud dan banyak lagi.
Halaman 2 dari 7











































