DPR Kutuk Bentrok Aparat dan Warga di Sumsel

DPR Kutuk Bentrok Aparat dan Warga di Sumsel

- detikNews
Senin, 30 Jul 2012 11:36 WIB
DPR Kutuk Bentrok Aparat dan Warga di Sumsel
Jakarta - DPR mengutuk bentrok antara aparat dan warga di Sumsel. Bentrok yang memakan korban tidak boleh terjadi lagi.

"Saya mengutuk kenapa korbannya selalu anak-anak. Itu sangat-sangat disesalkan. Dalam hal ini Komnas HAM dan pemerintah daerah harus melakukan investigasi. Saya dengar ada profokasi untuk yang bersangkutan. Sehingga yang menjadi korban masyarakat. Siapa yang melakukan provokasi, penembakan, harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/7/2012).

Pramono menyayangkan kisruh serupa terjadi kembali. Setelah Komnas HAM merekomendasikan agar tidak menurunkan pasukan di depan masyarakat. Dia mendesak agar kasus ini diinvestigasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas rekomendasi itu tidak dijalankan oleh polisi. Harus dilakukan investigasi terkait persoalan itu. Segera dibentuk tim untuk melakukan investigasi dalam persoalan itu termasuk melibatkan Komnas HAM," tandasnya.

Bentrok antar warga dengan personel Brimob mengakibatkan Angga bin Darmawan (12) tewas tertembak. Selain itu, 5 orang warga juga menderita luka-luka. Bentrokan bermula ketika personel Brimob melakukan olah TKP terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III.

Versi polisi saat itu rombongan Brimob bersenjata lengkap tiba-tiba diserang warga saat melaksanakan patroli. Sementara Walhi Sumsel menyebut bentrokan terjadi ketika warga menghampiri polisi yang masuk ke desa mereka. Namun karena aparat melihat banyaknya warga yang mendatangi, mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga.

(van/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads