"Bukan dipanggil. Saya malah ingin memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya yang kemarin belum cukup. Jadi saya ingin memberi keterangan," ujar Hartati kepada wartawan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (30/7/2012).
Hartati datang sekitar pukul 10.05 WIB dengan menumpang Toyota Alphard B 298 SU dan ditemani dua orang koleganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kasus ini, Hartati selaku pemilik PT Hardaya Inti Plantation (HIP) telah dicegah bepergian ke luar negeri bersama Direktur PT Hardaya Inti Plantation, Totok Lestiyo, dan beberapa pegawai PT HIP, Kirana Wijaya dan Soekirno.
Usai menjalani pemeriksaan pekan lalu, dalam keterangannya Hartati yang juga merupakan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini membantah telah memberikan uang kepada Bupati Buol, Amran Batalipu untuk Pilkada, Buol.
"Saya tidak pernah kasih bantuan Pilkada. Tetapi, yang menjadi tekanan bagi kami itu masalah keamanan. Masalah keamanan itu, soal demo," kata Hartati.
(fjr/aan)











































