"Pertama paus ini sakit, sehingga kondisinya lemah," ujar Kordinator Satwa liar Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Indonesia, Benvika kepada detikcom, Senin (30/7/2012).
Benvika mengatakan dalam kondisi yang sakit ini Paus tersebut kehabisan tenaga untuk berenang di laut lepas. Sehingga tubuhnya kembali terbawa oleh arus laut ke bibir pantai.
"Selain itu, paus tersebut juga tidak makan selama 4 hari saat terdampar di Karawang. Luka ditubuhnya juga cukup parah, terutama dibagian ekor yang sempat ditarik pakai tali tambang oleh warga," tuturnya.
Paus sperma ini juga diketahui masih bayi. Paus sperma yang hidup berkelompok ini jika salah satu anggota keluarganya ada yang sakit maka dia harus menyingkir atau diasingkan.
"Paus ini belum ketemu keluarganya. Biasanya kalau sakit, dia harus menyingkir dari kelompok," paparnya.
(ega/spt)











































