Kapolda: Tensi Teror Bom Meningkat Jelang Pilpres II
Kamis, 26 Agu 2004 11:37 WIB
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Firman Gani memprediksi tensi teror bom dan kerusuhan massal meningkat menjelang Pilpres 20 September mendatang. Aparat diminta mengantisipasi dan meningkatkan kinerja."Setiap saat bisa terjadi. Tensi ancaman teror bom dan kerusuhan massal tentu meningkat menjelang pilpres putaran kedua. Oleh karena itu, Polda harus meningkatkan kemampuan masing-masing personel dalam mengantisipasi teror bom dan meningkatkan kinerja,".Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya usai peresmian Detasemen 88 Antiteror di Lapangan Samapta, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (26/8/2004).Berarti rawan?"Bukan rawan, tetapi kita harus memberikan jaminan terhadap perlindungan masyarakat," ujarnya.Mengenai perkembangan bom KPU, menurut Kapolda, pihaknya belum menemukan pelaku peledakan. "Belum ada kelompok yang dipastikan bertanggung jawab," kata Kapolda.SinergiDalam acara yang sama, Kapolda membantah akan terjadi tumpang tindih antara tugas dan fungsi Detasemen 88 Antiteror Polda Metro Jaya dengan Densus 88 Mabes Polri."Pasti terjadi sinergis, Densus Mabes Polri mempunyai tanggung jawab diseluruh Indonesia. Kapolri memerintahkan untuk membentuk Den 88 AT," kata Kapolda.Menurut Kapolda, dana pembentukan Den 88 AT diterima dari kantong Mabes Polri bukan dari pihak asing.Apakah akan menambah penangkapan aktivis muslim?"Kita akan menambah penangkapan terhadap orang yang membahayakan masyarakat. Untuk orang yang tidak membahayakan masyarakat polisi akan melakukan perlindungan," ujar Kapolda sambil tertawa reyah.
(aan/)











































