"Ini permasalahan yang kita sesalkan bersama. Artinya kalau masyarakat tidak melakukan pelanggaran hukum, ini tidak akan terjadi. Jika petugas polisi secara profesional, juga tidak akan terjadi seperti itu," tutur Kapolri usai salat tarawih di masjid Sirotol Mustaqim, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (28/7/2012) malam.
Timur mengatakan, saat ini polisi tengah intensif melakukan penyelidikan mengenai bentrokan ini. Dia meminta hal semacam itu tidak boleh terjadi lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentrok antar warga dengan personel Brimob mengakibatkan Angga bin Darmawan (12) tewas tertembak. Selain itu, 5 orang warga juga menderita luka-luka. Bentrokan bermula ketika personel Brimob melakukan olah TKP terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III.
Versi polisi saat itu rombongan Brimob bersenjata lengkap tiba-tiba diserang warga saat melaksanakan patroli. Sementara Walhi Sumsel menyebut bentrokan terjadi ketika warga menghampiri polisi yang masuk ke desa mereka.
Namun karena aparat melihat banyaknya warga yang mendatangi, mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga.
(/slm)











































