Bentrok di Sumsel, Priyo: Polisi Tak Boleh Represif Hadapi Warga

Bentrok di Sumsel, Priyo: Polisi Tak Boleh Represif Hadapi Warga

- detikNews
Sabtu, 28 Jul 2012 22:13 WIB
Bentrok di Sumsel, Priyo: Polisi Tak Boleh Represif Hadapi Warga
Jakarta - Wakil Ketua DPR bidang politik, hukum dan keamanan, Priyo Budi Santoso menyesalkan bentrokan antara warga dengan polisi di Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir Sumsel yang mengakibatkan satu anak tewas. Priyo meminta Polri melakukan investigasi.

"Harus ada koreksi dan investigasi. Mestinya tidak harus menggunakan peluru tajam. Kami mohon pada aparat untuk profesional," kata Priyo di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (28/7/2012).

Priyo mengatakan, polisi sebagai pelindung masyarakat seharusnya bekerja profesional dengan menggunakan pendekatan persuasif saat berhadapan dengan warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polisi adalah penentram rakyat. Jangan sampai jatuh korban jiwa termasuk sweeping sekaligus. Kan bisa tanpa harus ada senjata," tuturnya.

Dia yakin Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo akan mengevaluasi kesalahan penggunaan prosedur saat bertugas di lapangan. "Saya minta protap untuk sekali lagi riilnya dilaksanakan," ujar Priyo.

Bentrok antar warga dengan personel Brimob mengakibatkan Angga bin Darmawan (12) tewas tertembak. Selain itu, 5 orang warga juga menderita luka-luka. Bentrokan bermula ketika personel Brimob melakukan olah TKP terkait kasus pencurian pupuk di Rayon III.

Versi polisi saat itu rombongan Brimob bersenjata lengkap tiba-tiba diserang warga saat melaksanakan patroli. Sementara Walhi Sumsel menyebut bentrokan terjadi ketika warga menghampiri polisi yang masuk ke desa mereka.

Namun karena aparat melihat banyaknya warga yang mendatangi, mereka mengeluarkan tembakan ke arah warga.

(fdn/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads