Waspadai Dampak Siklon Tropis Saola di Indonesia Timur

Waspadai Dampak Siklon Tropis Saola di Indonesia Timur

Niken Widya Yunita - detikNews
Sabtu, 28 Jul 2012 15:29 WIB
Waspadai Dampak Siklon Tropis Saola di Indonesia Timur
Jakarta - Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap ancaman dampak siklon tropis Saola di Indonesia Timur. Ancaman tersebut berupa banjir, longsor dan kecelakaan lalu lintas di perairan laut.

"Terbukti banjir bandang yang terjadi di Padang dan sebagainya dalam dua minggu terakhir disebabkan oleh hujan berintesitas tinggi pengaruh dari adanya siklon tropis atau depresi di bagian utara Indonesia," ujar humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam rilisnya, Sabtu (28/7/2012).

Menurut Sutopo, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini telah merilis peningkatan depresi tropis menjadi siklon tropis Saola di Samudera Pasifik timur Filipina. Posisi siklon tropis Saola tepatnya saat ini berada di sekitar 14.5 LU, 126.8 BT (sekitar 1.250 km sebelah utara Tahuna).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan arah dan kecepatan gerak siklon tropis Saola yakni barat laut dengan kecepatan 8 knot (15 km/jam). Diprediksi arah dan kecepatannya akan menjauh dari wilayah Indonesia.

"Namun kekuatannya meningkat menguat dengan pergerakan cenderung ke arah barat laut," kata Sutopo.

Berikut dampak siklon tropis Saola terhadap kawasan Timur Indonesia:

1. Hujan dengan intensitas ringan, sedang dan tinggi di wilayah Kalimantan Timur bagian utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat bagian utara.

2. Gelombang laut dengan tinggi 2-3 meter berpeluang terjadi di Laut Banda bagian utara, perairan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula, Laut Maluku bagian Selatan, Perairan Kepulauan Raja Ampat, Perairan Fak-Fak di Kaimana, Perairan Yos Sudarso di Merauke.

3. Gelombang dengan ketinggian 3-4 meter berpeluang terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, Laut Maluku bagian utara.

4. Gelombang dengan ketinggian 4-5 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Halmahera, Perairan Kepulauan Talaud.

(nwy/gah)


Berita Terkait