Pemerintah tetap memiliki opsi memindahkan terminal banyangan di Tol Jatibening, Bekasi. Pemindahan ini dilakukan untuk mencegah kemacetan di sekitar pintu tol karena naik turunnya penumpang bus umum.
"Nanti kemungkinan akan dibuat terminal di luar tol untuk mencegah kemacetan," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto usai meresmikan fly over Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (28/7/2012).
Sebelumnya Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Adityawarman bersama Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menawarkan opsi pemindahan terminal bayangan tol Jatibening ke lokasi lain di perbatasan Jakarta-Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perseroan tetap menginginkan solusi yang terbaik untuk semua pihak, terlebih terminal bayangan tol Jatibening telah beroperasi sejak 1987.
Seperti diketahui warga memblokir jalan tol Jatibening kemarin (27/7). Warga membakar ban bekas dan membakar mobil operasional Jasa Marga. Aksi ini dilakukan karena warga protes adanya penutupan terminal bayangan di tol Jatibening.
Di lokasi itu, warga biasanya menaiki bus menuju arah Jakarta. Namun pada hari ini, jalur tersebut dipagari oleh Jasa Marga.
(fdn/gah)










































