Akbar Bantah Telah Sodorkan Menteri ke Mega
Kamis, 26 Agu 2004 10:24 WIB
Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung membantah telah mengajukan sejumlah calon menteri kepada calon presiden Megawati. Sampai sekarang, kata dia, porsi jumlah menteri dari parpol belum dibahas. "Kami belum berbicara tentang kursi, sama sekali belum. Terus terang saja, saya belum pernah berbicara seperti itu. Kami pun belum berbicara soal posisi. Belum waktunyalah," kata Akbar kepada wartawan sebelum melakukan konsolidasi dengan jajaran Partai Golkar Bali di Hotel Sanur Paradise, Sanur, Bali, Kamis (26/8/2004). Menurut Akbar, pihaknya akan membahas jatah menteri berikut personelnya setelah pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua usai. "Tentu pada waktunya, setelah selesai pilpres putaran kedua. Dan nsya Allah beliau (Mega) terpilih," jelasnya. Sampai sekarang, kata Akbar, bila ada pembahasan mengenai kabinet, maka yang dibahas adala hal yang bersifat kualititaif. "Yang dibahas adalah hal yang berkaitan dengan bagaimana membentuk kabinet yang paling baik, yang betul-betul bisa kita andalkan bekerja secara optimal dan bagaimana kriterianya," ungkapnya.Akbar mengatakan hal ini terkait sejumlah berita yang beredar bahwa Golkar akan mendapatkan 8 kursi di kabinet. Sejumlah nama kader Golkar pun sudah disebut-sebut menjadi calon menteri. Akbar sendiri disebut-sebut akan dijadikan ketua dewan penasihat presiden. Ditanya wartawan bagaimana bila nanti ada pengurus Golkar yang menjadi kabinet SBY, menurut Akbar, itu bukan sikap resmi partai. "Kami akan berbicara mengenai capres Mega-Hasyim, kami tidak bicara capres yang lain. Dan jika ada, itu bukan resmi dari Partai Golkar," ungkapnya. Akbar mengaku, saat ini dirinya hanya lebih memfokuskan pada konsolidasi jajaran partai dan mengkonsolidasikan Koalisi Kebangsaan. "Harapan saya, pada waktu kampanye, mereka bisa terjun secara intensif ke tengah-tengah rakyat dan menjelaskan kepada rakyat tentang koalisi ini," jelasnya.
(asy/)











































