"Akhirnya diautopsi," kata anggota Tim Advokasi dan Pencari Fakta bentukkan LBH Sumsel, Mualimin, saat ditemui detikcom, di RS Bhayangkara, Jumat (27/7/2012).
Menurut Mualimin, yang mengaku mewakili keluarga korban, sempat terjadi perdebatan antara pihak keluarga dan rumah sakit. Pihak keluarga, menurutnya, meminta tim dokter tidak melakukan autopsi dan hanya diperkenankan melakukan visum saja untuk mengetahui penyebab pasti kematian.
"Karena menurut keluarga jelas korban tewas karena ditembak, terlihat dari bukti luka yang ada pada korban. Kalau diautopsi kan harus dibongkar seluruh badan," terang Mualimin.
Kesepakatan terjadi setelah pihak keluarga dan RS Bhayangkara sepakat untuk melakukan autopsi hanya di sekitar kepala korban tanpa melakukan tindakan di seluruh badan korban.
Pantauan detikcom, ratusan warga dari Desa Limbang Jaya, Ogan Ilir, Sumsel, masih berkumpul di sekitar RS Bhayangkara. Tidak terlihat penjagaan ketat di sekitar rumah sakit yang menampung korban luka akibat bentrokan.
Bentrok antara Brimob Polda Sumsel dengan warga di Desa Limbang Jaya pecah pada pukul 16.00 WIB. Versi polisi, bentrok bermula terjadi saat puluhan truk yang mengangkut Brimob bersenjata lengkap melintas untuk melaksanakan patroli dialogis di Desa Limbangan Jaya, Tanjung Batu. Tiba-tiba saja mobil Brimob yang paling belakang diserbu warga.
"Dengan terdengar suara ledakan dan lemparan batu serta massa membawa parang sehingga anggota Brimob melepaskan tembakan peringatan ke atas," kata Karo Penmas Polri, Boy Rafli Amar, dalam keterangannya kepada detikcom.
Berbeda dengan Walhi Sumsel yang menyatakan bila warga yang mendatangi aparat adalah untuk menanyakan maksud kedatagannya ke desa mereka.
"Warga yang melihat ratusan brimob memasuki desa mereka, akhirnya secara beramai-ramai mendatangi pasukan tersebut dengan maksud menanyakan kepentingan Brimob memasuki desa mereka," tulis Walhi dalam rilis yang dimuat dalam blog kelompok tersebut.
Namun, karena aparat melihat banyaknya warga mendatangi mereka, pasukan yang menggunakan senjata lengkap tersebut langsung mengeluarkan tembakan ke arah warga.
"Bentrok antara Brimob dengan warga pun tak dapat dihindari," terang Walhi.
(ahy/ahy)











































