Pihak kepolisian dalam penjelasannya, Jumat (27/7/2012), mengatakan insiden itu bermula dari operasi penegakan hukum mencari pencuri pupuk.
"Infonya ada dua korban warga yang menderita luka tembak. Belum diketahui namanya dan satu orang menderita luka tembak di lengan kanan," kata Karopenmas Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, dalam keterangannya, Jumat (27/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu Unit Patroli Polres Ogan Ilir dan Brimob dengan kekuatan Dalmas Polres 13 orang, satuan narkoba 12 orang, Intel 10 orang, Lantas 2 orang, Polda 3 orang, serta Brimob 90 orang.
"Kendaraan terdiri dari rangkaian 16 unit terdiri dari truk Brimob 3, Ford Ranger Brimob 1, mobil Hilux Brimob 1, mobil Dalmas Polres 1, mobil Lantas Patwal 1, mobil Cima 1," jelas Boy.
Nah, saat konvoi mobil milik petugas melintas, untuk melaksanakan patroli dialogis di Desa Limbangan Jaya, Tanjung Batu, tiba-tiba mobil Brimob yang paling belakang diserbu oleh warga.
"Dengan terdengar suara ledakan dan lemparan batu serta massa membawa parang sehingga anggota Brimob melepaskan tembakan peringatan ke atas," tutur Boy.
Tapi rupanya tembakan tidak berpengaruh banyak. Warga tetap beringas, bahkan menyerang secara brutal anggota Brimob.
"Sehingga anggota Brimob melepaskan tembakan mempertahankan diri. Akibat kejadian tersebut mobil Kaden C Kompol Barli pecah kaca depan sebelah kanan, dan 2 lampu sorot, dan kap mesin mobil brimob pecah kacanya," tutur Boy.
Boy beralasan tindakan dilakukan petugas terkait situasi di lapangan.
"Prinsipnya tindakan yang di akukan petugas merupakan tindakan hukum dalam menghadapi situasi yang terjadi," jelasnya.
(ndr/ahy)











































