Penangkapan terhadap pelaku bemula dari laporan banyak warga lantaran rumahnya menjadi korban pembobolan setelah ada orang yang mengaku petugas PLN masuk ke dalam rumah.
"Atas laporan ini kita lakukan penyelidikan dan berdasarkan keterangan dari para korban pula kita kantongi ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang dipakai," kata Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Wayan Parwata, kepada wartawan di Mapolsek jl IB Mantra Denpasar, Jumat (27/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, dalam beraksi pelaku mengaku petugas PLN yang hendak memeriksa nomor rekening listrik dan memperbaiki instalasi listrik.
"Tapi sasarannya rumah yang sedang ditinggal penghuninya dan biasanya hanya ada pembantu dan anak korban saja," imbuh dia.
Saat ditemui pembantu atau anak korban, pelaku meminta nomor telepon pemilik rumah dan pura-pura berbicara seolah-olah pemilik sudah mengizinkan untuk mencari tagihan listrik di kamar dan almari.
Saat itulah pelaku beraksi, barang yang disasar adalah perhiasan emas, alroji, ponsel, serta uang tunai dan barang-barang berharga lainnya. Dari pengakuan awal sudah 15 rumah yang ia bobol, namun diperkirakan ada puluhan rumah yang sudah disatroni.
"Ia hanya ingat di 15 TKP saja yakni di wilayah Denpasar Timur dan selatan," urainya.
Dari aksi yang dilakukannya, petugas mengamankan ratusan barang bukti. Barang bukti yang diamankan seperti 100 buah anting-anting 39 gelang emas, 29 buah cincin, 33 buah bros, 12 buah kalung, 6 buah jam tangan, 8 biji batu permata, dan masih banyak lagi perhiasan emas lainnya.
(gds/ahy)











































