"Evakuasi itu sekarang permasalahannya ada di masalah masyarakat. Karena dari hasil rapat semalam dengan tim pencinta alam, paus itu kan bergerak dengan sonar, nah jadi dengan banyaknya perahu motor di sekeliling itu bisa membuat dia makin bingung dan bisa makin stres," jelas Kapolsek Tanjung Pakis AKP Abdul Kodir.
Hal itu disampaikan Abdul Kodir di lokasi, Pantai Tanjung Pakis, Jumat (27/7/2012). Abdul Kodir sendiri menjadi komando evakuasi untuk di darat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Detikcom sendiri sempat menyaksikan kondisi paus itu di tengah laut, 500 meter dari bibir pantai, Jumat (23/7/2012). Dengan menyewa kapal motor Rp 5.000 per orang, kapal motor nelayan berangkat ke tengah laut bila sudah terisi 10-15 orang. Kapal mengelilingi paus sekitar 4 kali.
Paus itu, 80 persen tubuhnya berada di air dengan posisi normal. Panjang paus sekitar 8 meter, dan lebar 2 meter. Dalam 4 menit, sekitar 2 kali dia bernafas, ditunjukkan dengan semburan air di atas kepalanya. Sirip ekor belakangnya yang horisontal tampak lemas tidak bergerak-gerak.
Sementara radius 10 meter dari paus itu, bertebaran kapal motor nelayan, sekitar 10 perahu yang mengangkut warga yang ingin melihat. Di bibir pantai, ada sekitar 5-6 kapal motor nelayan yang akan berangkat. Pantai sendiri sudah dijubeli ribuan orang.
(nwk/asy)











































