Kebakaran terjadi di pelabuhan rakyat Kampung Tua Dapur 12 Sagulung, Jumat (27/7/2012) subuh. Saat kejadian, kondisi kapal tengah kosong muatan dan dua penjaga sedang tak berada di kapal.
Tak ada yang melihat langsung kejadian itu. Sebagian besar warga tengah terlelap tidur. Mudin, penjaga kapal lain di lokasi kejadian yang pertama kali mengetahui kebakaran itu mengatakan, awal kebakaran tak diketahui pasti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mudin lantas bertariak minta tolong kepada warga lain. Warga kampung dapur 12 yang dipimpin ketua RT 02, Somat dan anak-anak panti asuhan An Nimah Dapur 12 bergotong royong memadamkan api kebakaran itu. Namun kapal dengan mesin GT 400 ini tak tertolong.
Meskipun kobaran api sudah surut, bara api masih tetap memakan sisa-sisa kayu kapal yang belum terbakar habis siang ini. Warga dan pihak kepolisian masih terus memadamkan sisa-sisa api.
"Untung nggak nyambar ke rumah yg nggak jauh dari pelantaran dan kapal lain, kalau kami tak cepat mungkin sudah rata kampung ini," katanya.
Menurut Somat, kapal kayu yang memuat barang kargo itu, lepas jangkar di lokasi dapur-12 sejak seminggu silam. Lambung kapal sempat bocor dan sudah ditambal.
"Sepertinya penambalan sudah selesai, kapal ini hanya nunggu air pasang baru, agar bisa di tarik keluar, tapi malah kebakaran," kata Somat.
Akibat peristiwa kebakaran tersebut, kerugian diperkirakan milyaran rupiah. Aparat kepolisian mengamankan seseorang yang dianggap paling tahu mengenai kejadian itu.
"Sudah kami amankan satu petugas kapal ini untuk dimintai keterangan. Hingga kini kita masih diselidiki penyebab pastinya, sambil menunggu pemilik kapalnya," kata Eddy, Kapolsek Sagulung Batam.
(try/try)











































