Golkar Tolak Penurunan Bea Masuk Kedelai

Golkar Tolak Penurunan Bea Masuk Kedelai

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 27 Jul 2012 11:21 WIB
Golkar Tolak Penurunan Bea Masuk Kedelai
Jakarta - Partai Golkar memandang krisis pangan saat ini khususnya kedelai karena Indonesia tergantung impor. Golkar menolak kebijakan pemerintah menurunkan bea masuk kedelai sampai 0 persen.

"Kalau hari ini, kita meributkan kedelai jangan kaget kalau sebentar lagi kita meributkan kenaikan harga jagung, gula, dan gandum. Hal ini disebabkan kita selalu bergantung pada impor. Kita selalu kurang impor akhirnya bea masuk diturunkan sampai 0 persen. Pemerintah jangan gegabah menurunkan bea masuk. Saya yakin rakyat siap prihatin sebentar tapi ada gambaran di masa depan ada penyelesaian masalah," kata anggota Komisi IV DPR dari Golkar, Siswono Yudhohusodo, dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/7/2012).

Saat ini, menurut Siswono, lahan produksi kedelai hanya tinggal 600 ribu ha, dari semula sekitar 1,6 juta ha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil produksinya pun hanya sektar 700 ribu ton, padahal sebelumnya mencapai 1,8 juta ton.

"Karena itu pemerintah harus segera membuat lahan produksi pangan khususnya kedelai di daerah luar Jawa. Paling tidak 200 ribu ha per tahun perlu dibuat di luar Jawa untuk tanaman pangan dan holtikultura," papar mantan menteri Transmigrasi ini.

Pemerintah juga harus segera melakukan manajemen stok pangan dengan melibatkan Bulog untuk memantau semua ketersediaan pangan nasional.

"Langkah kedua yang harus dilakukan adalah pemerintah perlu memanage stok yang cukup dan yang kompeten melakukan ini adalah lembaga Bulog. Untuk memanage harga produk pertanian seperti kedelai, jagung, dan gandum. Tanpa memanage , maka kita akan terus krisis pangan," kata Siswono.

(van/aan)


Berita Terkait