Golkar Kritik SBY Soal Krisis Kedelai Indonesia

Golkar Kritik SBY Soal Krisis Kedelai Indonesia

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jumat, 27 Jul 2012 11:12 WIB
Golkar Kritik SBY Soal Krisis Kedelai Indonesia
Jakarta - Kelangkaan kedelai yang berdampak pada kelangkaan tahu tempe di pasaran disebabkan kekurangmampuan pemerintah dalam pengelolaan persediaan kedelai. Karena itu sampai terjadi aksi mogok produksi perajin tahu-tempe.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/7/2012),

Menurut Novanto, kelangkaan terjadi karena persediaan kedelai Indonesia sangat tergantung kedelai impor sehingga industri lokal rentan gejolak harga. Seperti yang terjadi sekarang, banyak perajin kedelai yang kewalahan karena kedelai yang awalnya dihargai 435 USD per ton pada Januari lalu, kini bertengger di 520 USD per ton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketergantungan terhadap impor merupakan cermin dari ketidakmampuan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak sosial mengingat pangan merupakan hal yang fundamental,"kata Novanto.

Sebagaimana diketahui produksi kedelai tahun ini diperkirakan mencapai 900 ribu ton. Angka produksi tersebut masih kurang 1,7 ton untuk memenuhi kebutuhan nasional yang mencapai 2,6 juta ton.

"Jika kita biarkan maka setiap tahunnya kita akan tergantung impor sehingga rentan gejolak kenaikan harga yang akan mengancam industri kecil,"katanya.

Dia khawatir kenaikan harga kedelai saat ini sudah identik dengan praktek kartel. Hal ini harus diantisipasi pemerintah.

"Dalam jangka pendek untuk mencegah terjadinya permainan segelintir importir, seharusnya pemerintah memberikan kesempatan atau akses lebih kepada koperasi atau industri kecil dan menengah untuk mengimpor sendiri," katanya.

Jika pola ini bisa diatasi maka ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai Amerika dapat diatasi. "Sesungguhnya masih banyak sumber-sumber baru kedelai impor seperti dari Argentina, Brazil, yang lebih murah menjadi pilihan,"tegasnya

(van/ega)


Berita Terkait