Ini Dia 7 'Senjata' PT KAI Halau Atapers Nakal

Ini Dia 7 'Senjata' PT KAI Halau Atapers Nakal

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 27 Jul 2012 07:44 WIB
Ini Dia 7 Senjata PT KAI Halau Atapers Nakal
Jakarta - Atapers -- penumpang yang biasa naik di atap kereta--- tidak kapok-kapok nangkring di atap kereta. Padahal, sudah banyak Atapers yang tewas akibat ulah nekatnya itu. PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak patah semangat dan terus mencoba segala macam cara untuk menghalau Atapers nakal.

Berikut tujuh cara mereka untuk menghalau para atapers:




Anjing Pelacak

PT KAI sempat melontarkan ide memakai anjing pelacak untuk mengusir turun penumpang di atap kereta pada Juni 2011. Hal ini dilakukan jika imbauan untuk turun dari petugas PT KAI tidak mempan. Namun tidak jelas, bagaimana kelanjutan dari ide ini.

 

 

 

Ustad dan Marawis

ilustrasi marawis
Pada awal Januari 2012 ini, PT KAI juga memakai pendekatan spiritual menyadarkan penumpang di atap KRL. Di Stasiun Cilebut, tikar disiapkan untuk Ustad berceramah, sementara di belakangnya ada spanduk yang memiliki pesan bahayanya naik di atap kereta.

Selain ustad, PT KAI juga menggunakan kesenian marawis untuk mengimbau penumpang agar tidak naik di atap kereta. Kesenian marawis ini dibawakan oleh sebuah yayasan di Citayam. Anggota yayasan ini dulunya adalah orang-orang yang sering naik di atap kereta, namun mereka sekarang sudah sadar dan tidak naik di atap gerbong lagi.

 

 

Cat Semprot

Pemakaian cat semprot ini dilakukan PT KAI sekitar Mei 2011. Saat itu cat semprot dipasang di beberapa stasiun, seperti Stasiun Kalibata dan Stasiun Manggarai. Hasilnya, sempat terjadi ricuh. Penumpang yang telah disemprot cat melawan saat hendak ditertibkan. Beberapa di antaranya melempari petugas dengan batu.

 

 

 

 

Bola Beton

Sosialisasi pemasangan bola beton di ruas Bekasi-Cikampek telah dilakukan sejak lama. Petugas PT KAI sudah berkeliling ke stasiun-stasiun lokal untuk memberi tahu adanya pemasangan bola beton itu.

Sebelumnya telah dipasang bola beton di sekitar Stasiun Bekasi, yakni di KM 27 Stasiun Bekasi dan di KM 27. Setiap gawang terdapat 24 bola beton yang terayun-ayun. Bola beton in tidak akan dipasang di jalur kereta listrik, melainkan di jalur kereta diesel saja. Hal ini dikarenakan ada hambatan konstruksi.

Pemasangan gawang bola dari beton dinilai ampuh menghalau Atapers alias penumpang kereta yang suka duduk di atap. PT KAI pun menambah lagi pemasangan bola-bola beton di lintas Bekasi-Cikampek. Kali ini bola beton dipasang di Cikarang.

Hasilnya sementara efektif. Hari ini, dilaporkan tidak ada satu pun penumpang yang nekat naik di atap KRL karena khawatir terhantam bola beton seberat 3 kg itu.

Sapu-sapu Atap KRL

Alat sapu-sapu atap juga salah satu cara menertibkan Atapers. Ujicoba pemasangan dilakukan di perlintasan Bukit Duri pada 8 Februari 2012.

Pemasangan sapu-sapu atap dilakukan pada malam hari yakni mulai pukul 00.00-04.00 WIB. Pemasangan dilakukan jika KRL tidak digunakan karena kereta menggunakan listrik.

Sapu-sapu atap berbentuk seperti sapu lidi. Alat ini akan dilumuri bahan cair yang tidak disukai manusia namun tetap aman. Untuk perawatannya, sapu-sapu atap yang menggunakan kain webbing cukup disemprot dengan menggunakan tongkat panjang dan dipompa.

Pintu Koboi

PT KAI pernah memasang pintu koboi dari Jakarta-Bogor di Pasar Minggu Baru-Kalibata untuk menghalau Atapers. Pintu koboi dipasang PT KAI pada awal Juni 201.

Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang ditempel pada tiang listrik. Alat ini baru dipasang di jalur kereta dari Bogor ke Jakarta.

Pemasangan dilakukan di Stasiun Pasar Minggu, Duren Kalibata dan Tebet. Nah, mulai Kamis 9 Februari 2012 hingga hari ini, PT KAI memasang lagi pintu koboi dari Jakarta ke Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata.

Dengan alat ini, penumpang akan terkena tamparan. PT KAI mengklaim dengan alat ini, penumpang atapers berkurang hingga 45 persen.

Listrik Aliran Atas KRL Direndahkan

Terbaru, senjata PT KAI menghalau Atapers dengan merendahkan ketinggian listik aliran atas (LAA) di KRL. PT KAI menurunkan ketinggian kabel listrik aliran atas (LAA) di lintasan kereta Bogor-Jakarta mulai Jumat 27 Juli 2012.

Jalur-jalur yang ketinggian LAA bakal direndahkan antara lain Tebet-Manggarai, Tebet-Cawang, Citayam-Depok, Bojong-Cilebut dan Citayam-Bojong.

Salah satu rute yang ketinggian listrik aliran atasnya sudah direndahkan adalah di kawasan flyover Sudirman. PT KAI juga akan memasang rambu-rambu pemberitahuan LAA sudah diturunkan.
Halaman 2 dari 8
(nwk/nwk)



Berita Terkait