Korban Lumpur Geram dengan Pernyataan Hari Suwandi di TVOne

Korban Lumpur Geram dengan Pernyataan Hari Suwandi di TVOne

Suparno - detikNews
Kamis, 26 Jul 2012 16:36 WIB
Korban Lumpur Geram dengan Pernyataan Hari Suwandi di TVOne
Sidoarjo -

Warga korban lumpur merasa geram dengan pernyataan Hari Suwandi yang menyesal telah melakukan jalan kaki dari Porong ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib korban lumpur Lapindo. Tetapi warga dari awal sudah tahu jika misi Hari itu memang ditujukan untuk dirinya sendiri.

"Dia (Hari) itu berjuang untuk kelompoknya sendiri, bukan untuk warga korban lumpur yang masuk peta terdampak. Tapi saya tak tahu kelompok apa," kata Mislan Zakaria (45), warga Balongbendo, Sidoarjo, Kamis (26/7/2012).

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Totok, yang berprofesi sebagai pemandu di 'wisata' lumpur Lapindo. Totok mengatakan bahwa aksi yang dilakukan oleh Hari sebenarnya ditunggangi oleh sebuah LSM. "Aksi Pak Hari itu ditungganggi LSM, tapi saya tak tahu LSM apa," ujar Totok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian besar warga Kedungbendo sudah mahfum bahwa Hari dari semula memang hanya ingin berjuang untuk mengamankan aset tanah dan bangunan yang dimiliki istrinya. Aset itu memang milik istrinya secara pribadi karena aset tersebut merupakan peninggalan dari mantan suaminya yang sudah almarhum.

Hari memang menikahi istrinya yang saat itu statusnya janda. Sebelum meninggal, suami istrinya tersebut meninggalkan tanah dan bangunan yang sekarang sudah terendam lumpur Lapindo. Istrinya memang asli dari Kedungbendo, sementara Hari berasal dari Surabaya.

Dari pengamatan detikcom, rumah kontrakan Hari yang ada di Desa Kajeksan, Tulangan, dalam keadaan tertutup. Menurut para tetangga, rumah berukuran 4 x 8 itu kosong sejak tanggal 14 Juni 2012 lalu atau sejak Hari mulai berjalan kaki dari Porong.

"Saya nggak tahu kapan mertua saya pulang. HP nya juga tak bisa dihubungi," kata Novi, menantu Hari.

Hari yang selama berada di Jakarta menginap di Wisma Surabaya tidak diketahui keberadaannya sejak pagi. Dia diketahui meninggalkan Wisma Surabaya pagi tadi. Sebelum meninggalkan Wisma Surabaya, Hari Suwandi tampil di TVOne pada Rabu (25/7/2012) malam.

Saat tampil d TVOne, Hari Suwandi memberikan pernyataan yang mengejutkan, berbeda jauh dengan pernyataan dan aksi-aksi sebelumnya yang meminta pertanggungjawaban Aburizal Bakrie. Di TVOne, Hari Suwandi menyesali aksi jalan kaki Porong-Jakarta yang ia lakoni dan meminta maaf kepada Bakrie dan keluarganya. Dia juga mengatakan telah diprovokasi kelompok tertentu.

(/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini