Kisah Hari Suwandi (44) berakhir dramatis. Sebulan lalu, simpati mengalir kepadanya karena nekat berjalan kaki 25 hari dari Porong ke Jakarta, untuk menuntut keadilan karena usahanya di Sidoarjo tergerus lumpur Lapindo.
Tiba di Jakarta, dia tak lupa beraksi di DPR, Istana dan Wisma Bakrie. Namun sekarang Hari Suwandi mengungkapkan penyesalannya atas semua aksi itu. Dia juga mohon maaf kepada Aburizal Bakrie dan percaya Bakrie berhasil mengatasi masalah lumpur di kampung halamannya yang akan dia tinggalkan untuk merantau.
Inilah 5 aksi Hari Suwandi selama di Jakarta:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiba di Jakarta
|
|
Pada Kamis 14 Juni, dia berangkat ke Jakarta dikawal Harsowiyono alias Kopral (42) dengan motor. Kedua orang ini berangkat dari titik depan pos pantau BPLS Desa Siring, Porong Sidoarjo. Hari berjalan kaki selama 25 hari dan tiba di Kantor Kontras di Jl Borobudur, Minggu 8 Juli 2012, setelah menghabiskan 8 sandal jepit.
"Saat saya bertemu dengan elemen masyarakat, mereka kebanyakan terkejut. Karena mereka berpikir sebelumnya, bahwa permasalahan mengenai penanganan lumpur Lapindo ini sudah diselesaikan," tuturnya.
Bertandang ke DPR
|
|
"Saya akan di Jakarta sampai urusan selesai. Saya tidak akan pulang pergi Jatim-Jakarta dengan sia-sia. Saya akan tetap di sini menyelesaikan masalah apapun risikonya," kata Hari Suwandi.
Kirim Surat ke SBY
|
|
Nangkring di Wisma Bakrie
|
|
"Mereka kan mau mencalonkan diri, selesaikan dulu semua permasalahan sebelum mencalonkan diri jadi presiden, agar menjadi calon presiden yang bersih," kata Hari.
Minta Maaf kepada Bakrie
|
|
"Saya Hari Suwandi sekeluarga memohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga besar Aburizal Bakrie, khususnya Bapak Aburizal Bakrie, yang mana dalam perjalanan saya dari Porong sampai ke Jakarta, saya banyak mencemarkan nama baik Aburizal Bakrie. Oleh sebab itu, saya sebagai manusia biasa, tak luput dari salah, sekali lagi saya ucapkan mohon maaf kepada Bapak Aburizal Bakrie, memohon maaf kepada semua keluarga besar Aburizal Bakrie dan saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada keluarga Bakrie. Karena hanya keluarga Bakrielah yang bisa menyelesaikan semua permasalahan di Sidoarjo," katanya sembari terisak.
Halaman 2 dari 6











































