Menko Kesra Agung Laksono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Bogor terkait menghilangnya tahu-tempe dari pasaran. Dia siap mengambil langkah untuk menekan harga kedelai dan berharap para perajin besok beroperasi.
Agung mendatangi produsen tahu di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2012). Dia sempat berbincang dengan perajin dan karyawannya.
Politikus Partai Golkar ini menyatakan, pemerintah akan merespon keinginan perajin dan pedagang soal kenaikan harga kedelai. Direncanakan, pemerintah membebaskan bea impor kedelai, sehingga harga kedelai turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, lanjut Agung, Indonesia harus memproduksi sendiri. Petani dan lahan sangat memungkinkan. "Hanya tinggal bagaimana memanfaatkan lahan," katanya.
"Tanggal 27 Juli harus produksi. Harga semoga turun dibantu penyediaan modal melalui KUR," imbuhnya.
Sementara itu, Kusmono, salah seorang perajin tahu tempe, mengatakan, pada tanggal 28 Juli lusa, dirinya akan memproduksi tahu tempe. Walaupun, harga kedelai hanya turun sedikit. Namun, untuk pengganti kacang kedelai dirinya akan menggunakan kacang koro.
"Sayang juga kalau tidak produksi," jelas Kusmono.
(trw/trw)










































