DetikNews
Kamis 26 Juli 2012, 10:44 WIB

Yuk, ke Kemlu Dalami Sejarah Lambang Negara Garuda Pancasila

- detikNews
Yuk, ke Kemlu Dalami Sejarah Lambang Negara Garuda Pancasila
Jakarta - ..Lihatlah Lambang Negara kita di belakang ini. Alangkah megahnya. Alangkah hebatnya dan cantiknya. Burung Elang Rajawali, garuda yang sayap kanan dan sayap kirinya berelar 17 buah, dengan ekor yang berelar 8 buah, tanggal 17 bulan 8, dan yang berkalungkan perisai yang di atas perisai itu tergambar Pancasila.<\/em>

Demikian petikan pidato Presiden Soekarno pada 22\/7\/1958 di Istana Negara sebagaimana termuat dalam salah satu panel Pameran Lambang Negara Garuda di Gedung Pancasila, Jalan Pejambon, Jakarta.

Presiden saat itu dengan bangga memperkenalkan lambang resmi negara bagi republik yang masih terhitung sangat belia.Dari petikan pidato presiden tersebut, jelaslah bahwa lambang negara yang tepat adalah Elang Rajawali Garuda Pancasila.

Dalam sejarahnya, lambang negara telahmengalami perubahan dari sosok mitologi burung Garuda rancangan Sultan Hamid II berganti menjadi Elang Rajawali. Selanjutnyalambang negara tersebut diresmikan dalam Sidang Republik Indonesia Serikat (RIS) yang dipimpin oleh Perdana Menteri M. Hatta.

Setelah Pemerintah RIS menetapkan lambang negara pada 11\/2\/1950, Lambang Negara Garuda Pancasila terpasang di Ruang Sidang Parlemen RIS, di Istana Merdeka Pejambon atau yang sekarang disebut Gedung Pancasila.

Sebelumnya, pada 15\/2\/1950, Presiden Soekarno memperkenalkan untuk pertama kali lambang negara tersebut kepada khalayak umum di Hotel Des Indes (dulu terletak di kawasan Harmoni, red). Rangkaian peristiwa penting ini merupakan puncak dari proses panjang pencarian lambang negara setelah proklamasi kemerdekaan RI pada 1945.

Pameran Lambang Negara Garuda di Gedung Pancasila oleh Kemlu RI berlangsung selama tiga pekan, 19 Juli - 14 Agustus 2012.\\\"Pameran ini menjelaskan kaitan historis Lambang Negara Garuda dengan Gedung Pancasila,\\\" demikian Kasubdit Isu Aktual dan Strategis Direktorat Diplomasi Publik Kemlu RI Eni Hartati kepada detikcom melalui surat elektronik(26\/7\/2012).

Pameran dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kemlu RI, Duta Besar Budi Bowoleksono pada Kamis (19\/7\/2012) sebagai bagian dari peringatan HUT RI ke-67.​

Dalam pidato pembukaan Duta Besar Budi Bowoleksono menekankan tujuan penyelenggaraan pameran ini sebagai bagian dari upaya Kemlu mengajak masyarakat umum lebih mengenal lingkungan Kemlu, terutama Gedung Pancasila yang dibangun pada 1830, serta fungsinya pada masa sekarang.

\\\"Sejarah lahirnya lambang negara Garuda, yang juga terkait dengan perjalanan sejarah Gedung Pancasila, tentu penting untuk melengkapi pemahaman mengenai Gedung ini,\\\" imbuh Sekjen Kemlu.

Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Duta Besar A.M. Fachir, menyampaikan bahwa pameran ini menampilkan 20 panel yang menjelaskan proses perancangan lambang negara, serta biografi para perancang lambang negara antara lain Sultan Hamid II, Muhammad Yamin, dan Ki Hajar Dewantara.

Selama pameran juga akan diputar film dokumenter mengenai proses awal perancangan lambang negara ini. Selain itu para pengunjung juga diberi kesempatan untuk melakukan tur di dalam Gedung Pancasila yang bersejarah tersebut.

Pameran ini terbuka untuk umum setiap hari Selasa, Rabu dan Kamis, pukul 09.00-14.00 WIB, tanpa dipungut biaya dengan konfirmasi ke Direktorat Diplomasi Publik, Kemlu RI.



(es/es)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed