DPR Pantau Pemulihan Indonesia dari Darurat Kedelai

DPR Pantau Pemulihan Indonesia dari Darurat Kedelai

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 26 Jul 2012 10:32 WIB
DPR Pantau Pemulihan Indonesia dari Darurat Kedelai
Jakarta - Indonesia saat ini dalam kondisi darurat ketersediaan kedelai. Komisi IV DPR yang membidangi pertanian akan memantau pemulihan ketersediaan kedelai tanah air.

Terkait persoalan dengan naiknya harga kedelai yang mempengaruhi produksi tempe dan tahu, Presiden sudah memerintahkan mentaslah ini, dan kami DPR akan memantaunya secara seksama," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Menurut Herman pemerintah harus berintak cepat. Dalam hal ini menteri pertanian harus mengambil langkah antisipasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persoalan Ini masuk dalam katagory emergency, harus ada emergency respon yang tepat dan cepat. Menteri pertanian harus memastikan betul akar masalahnya dimana dan publik harus tahu perihal ini. Jika menyangkut stok tentunya perlu ada penambahan stok yang aman untuk jangka waktu tertentu, tetapi jika ini permainan spekulan, harus ditindak tegas," katanya.

Perlu diketahui bahwa Kebutuhan kedelai dalam negeri sekitar 2,25 juta ton, dimana kita baru mampu produksi dalam negeri sekitar 779 ribu ton.

"Jadi masih kekurangan sekitar 1,4 juta ton, yang dipenuhi melalui impor dari amerika serikat. Saat ini amerika sedang musin kering, sehingga ada penurunan produktifitas dan harganya menjadi naik, ini yang menyebabkan harga d indonesia juga menjadi tinggi,"terang Herman.

Dibalik semua ini, menurut dia, Indonesia sudah saatnya Mentan berpikir dan bekerja keras bahwa yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, kita harus mandiri dan berdaulat.

"Serta dalam pencapaian swasembadanya harus mempunyai renstra yang tepat dan realistis. Karena negara kita juga cocok untuk bertanam kedelai,"pungkasnya.

(van/ega)


Berita Terkait