Terkait persoalan dengan naiknya harga kedelai yang mempengaruhi produksi tempe dan tahu, Presiden sudah memerintahkan mentaslah ini, dan kami DPR akan memantaunya secara seksama," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR, Herman Khaeron, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Menurut Herman pemerintah harus berintak cepat. Dalam hal ini menteri pertanian harus mengambil langkah antisipasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perlu diketahui bahwa Kebutuhan kedelai dalam negeri sekitar 2,25 juta ton, dimana kita baru mampu produksi dalam negeri sekitar 779 ribu ton.
"Jadi masih kekurangan sekitar 1,4 juta ton, yang dipenuhi melalui impor dari amerika serikat. Saat ini amerika sedang musin kering, sehingga ada penurunan produktifitas dan harganya menjadi naik, ini yang menyebabkan harga d indonesia juga menjadi tinggi,"terang Herman.
Dibalik semua ini, menurut dia, Indonesia sudah saatnya Mentan berpikir dan bekerja keras bahwa yang menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, kita harus mandiri dan berdaulat.
"Serta dalam pencapaian swasembadanya harus mempunyai renstra yang tepat dan realistis. Karena negara kita juga cocok untuk bertanam kedelai,"pungkasnya.
(van/ega)










































