KPU Tetapkan Wajibkan Audit Dana Kampanye Putaran II
Kamis, 26 Agu 2004 01:25 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap akan mewajibkan audit dana kampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada pilpres putaran kedua. Audit itu meliputi penerimaan dan pengeluaran untuk kepentingan kampanye resmi pada 14-16 September mendatang."Ini juga bisa berarti dana yang dikeluarkan sebelum tiga hari masa kampanye resmi seperti biaya iklan di media massa cetak dan elektronik," kata Wakil Ketua KPU, Ramlan Surbakti, di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2004).Dalam waktu dekat, KPU akan mengundang kedua tim kampanye untuk membicarakan aturan SK KPU No. 676/2004 tentang pelaporan penerimaan dan penggunaan dana kampanye. Menurut Ramlan, perlu ada interpretasi lebih jauh agar pelaporan bukan sekedar dana kampanye atas nama kandidat dan tim kampanye, melainkan juga pihak ketiga, seperti koalisi partai politik yang terlibat dalam pencalonan pasangan tertentu."Secara eksplisit, koalisi tidak tercantum dalam UU dan aturan KPU. Lha kalau itu yang dipakai, tim Koalisi Kebangsaan bisa tidak terjaring," ungkapnya.Secara terpisah, Wakil Koordinator Indonesia Coruption Watch (ICW) Luky Djani mengingatkan KPU untuk mengantisipasi aneka trik dan manipulasi laporan keuangan yang mungkin akan dipakai tim sukses terkait dana kampanye putaran kedua.Hal itu mengingat penerimaan dan pengeluaran kampanye, sebenarnya telah dilakukan sebelum masa resmi kampanye yang ditetapkan KPU. Pada pilpres putaran pertama, bersama TII, ICW menemukan beberapa modus manipulasi laporan yang dipakai tim kampanye.Paling banyak terjadi adalah dengan memecah nilai nominal penerimaan hingga di bawah Rp 5 juta sehingga tidak perlu dilaporkan ke KPU. Juga tidak menyebutkan identitas asli penyumbang."Ini dilakukan oleh Tim Mega-Hasyim yang menerima sumbangan dari dua konglomerat hitam. Demikian pula dengan SBY-Kalla yang menerima sumbangan hanya dari tiga orang pengusaha besar Makasar. Hanya dengan melakukan audit investigasi, kecurangan ini dapat terungkap," tegasnya.
(ani/)











































