Ini Penjelasan Gabkoptindo Soal Sweeping Tempe pada Pedagang Kecil

Ini Penjelasan Gabkoptindo Soal Sweeping Tempe pada Pedagang Kecil

Indra Subagja - detikNews
Kamis, 26 Jul 2012 10:19 WIB
Ini Penjelasan Gabkoptindo Soal Sweeping Tempe pada Pedagang Kecil
Jakarta - Gabungan Koperasi Pengrajin Tahu-Tempe Indonesia (Gabkoptindo) akan kembali merazia pedagang tempe-tahu. Bila ada penjual yang nekat buka lapak, akan disita dagangannya. Apapun alasan mereka takkan digubris karena para pedagang itu sudah diberitahu.

"Ya jadi kan kita sudah mengimbau, ada surat edarannya, kita bagikan. Harapannya mereka mematuhi, tapi ya namanya orang banyak ada yang bandel. Nah yang bandel ini kami negosiasi, kami ajak bicara dulu baru kita ambil (dagangannya)," terang Sekjen Gabkoptindo, Suyanto, saat dikonfirmasi, Kamis (26/7/2012).

Suyanto menjelaskan, sweeping pada penjual tempe dan tahu itu bukan dimaksudkan untuk memberatkan atau mengganggu ekonomi mereka. Justru langkah itu dilakukan sebagai perjuangan untuk masa depan penjual tahu tempe.

"Jadi begini, kita sama mereka bukan orang lain. Kita satu wadah, satu koperasi, satu nasib sepenanggungan. Mereka saudara sendiri, jauh-jauh hari kita juga sudah sosialisasi, kita negosisasi, mereka memahami," jelasnya.

Selama ini, para pedagang toh sudah mendapatkan banyak keuntungan dari koperasi. Mereka sudah menikmati banyak fasilitas sejak 1979.

"Selama 20 tahun mendapatkan fasilitas. Sekarang ini kita menghadapi kondisi yang harus dihadapi bersama, demi masa depan," tuturnya.

Suyanto juga menegaskan, soal insiden pedagang tempe di Pasar Rawamangun yang menangis karena dagangannya disita pada Rabu (25/7). Ibu bernama Nuraini itu menangis karena dia tidak kenal dengan para pengurus koperasi.

"Ibu itu hanya nungguin saja, kemudian melihat orang banyak datang, dia jadi cengeng. Pedagang lain malah nggak masalah," tegasnya.

(ndr/nrl)


Berita Terkait