Panwaslu DIY akan Tindaklanjuti Leaflet SBY-Soeharto
Kamis, 26 Agu 2004 00:10 WIB
Yogyakarta - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum menerima laporan tentang beredarnya ratusan leaflet bergambar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan mantan presiden Soeharto di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun demikian, Panwaslu DIY berniat akan menindaklanjuti kasus tersebut bila mahasiswa maupun pihak UGM melaporkannya."Kita memang belum menerima laporan tersebut namun bila laporan itu masuk ke Panwaslu, akan segera kita tindaklanjuti," kata anggota Panwaslu DIY, Muhammad Wafiek, ketika dihubungi detikcom, Rabu (25/8/2004).Wafiek mengatakan, semua anggota Panwaslu hari ini tidak ada yang berada di kantor karena sedang rapat di luar kota. Namun bila ada laporan masuk, biasanya oleh staf sekretariat langsung disampaikan kepada semua anggota Panwaslu.Sementara itu, secara terpisah salah satu ketua tim sukses SBY-Kalla DIY, Budi Prihandoko mengatakan, pihaknya beberapa hari lalu sudah menerima informasi mengenai beredarnya laeflet yang mendiskreditkan SBY. Namun hingga Rabu ini mereka belum mendapatkan bukti secara langsung.Budi juga mengaku belum tahu siapa pelaku yang menyebarkan leaflet bermasalah tersebut. "Leaflet tersebut jelas bertujuan untuk mendiskreditkan capres kami dan ini jelas merupakan black campaign," katanya.Budi menengarai kasus ini hampir mirip dengan beredarnya selebaran gelap di Yogyakarta beberapa waktu lalu, sebelum pilpres putaran pertama digelar. Jika dulu kebanyakan disebarkan melalui masjid atau pengajian dan disebarkan ke kampung-kampung, kali ini disebarkan melalui warga kampus."Kita akan secepatnya mencari dan mengumpulkan bukti-bukti itu untuk dilaporkan ke Panwaslu," demikian Budi Prihandoko.
(ani/)











































